Belakangan ini sedang mempelajari metode pemilihan saham, dan menemukan bahwa banyak orang sebenarnya kurang memahami indikator ROE ini secara mendalam. ROE adalah tingkat pengembalian ekuitas, secara sederhana adalah berapa banyak laba yang diperoleh perusahaan dengan modal sendiri. Banyak orang menganggap semakin tinggi ROE semakin baik, padahal pandangan ini ada sedikit masalah.



Pertama, mari bahas logika dasar ROE. Perhitungannya sangat langsung, yaitu laba bersih dibagi dengan ekuitas bersih. Misalnya perusahaan A memiliki ekuitas 1000 yuan dan tahun ini mendapatkan laba 200 yuan, maka ROE-nya adalah 20%. Perusahaan B memiliki ekuitas 10000 yuan dan hanya mendapatkan laba 500 yuan, ROE-nya hanya 5%. Dari sudut pandang ini, efisiensi penggunaan modal perusahaan A jelas lebih tinggi. Tapi ini hanya permukaan, dalam pemilihan saham yang sebenarnya, hal yang perlu dipertimbangkan jauh lebih kompleks.

Saya rasa banyak orang bingung dengan satu konsep. ROE, ROA, ROI terlihat mirip, tetapi penggunaannya sama sekali berbeda. ROA mengukur tingkat pengembalian aset total, menilai berapa banyak laba yang bisa diperoleh perusahaan dari seluruh asetnya (termasuk utang). ROI adalah tingkat pengembalian investasi, terutama melihat keuntungan dari suatu proyek investasi tertentu. Sedangkan ROE adalah indikator yang paling langsung terkait, yaitu berapa banyak pengembalian yang bisa dibawa oleh uang yang diinvestasikan oleh pemegang saham sendiri.

Berbicara tentang pemilihan saham berdasarkan ROE, banyak orang mengutip kata Warren Buffett, mengatakan harus mencari perusahaan yang ROE-nya terus stabil di atas 20%. Tapi pengamatan saya, ada jebakan di sini. Jika kamu membongkar ROE, sebenarnya sama dengan PB (price-to-book ratio) dibagi PE (price-to-earnings ratio). Dengan kata lain, semakin tinggi ROE, bisa jadi PB terlalu tinggi atau PE terlalu rendah. Tapi saat ini, PE di pasar normalnya sekitar 20-30 kali, jika kamu ingin ROE yang sangat tinggi, itu berarti PB akan didorong ke tingkat yang sangat tinggi, dan kondisi ini sering kali menunjukkan adanya gelembung.

Saya pernah melihat banyak saham dengan ROE sangat tinggi, misalnya PE 10 kali dan PB 2 kali, sehingga ROE-nya bisa mencapai 20%. Tapi kombinasi seperti ini biasanya sulit dipertahankan. Karena ROE yang terlalu tinggi akan menarik masuknya modal, memperburuk kompetisi, dan perusahaan yang tidak memiliki keunggulan kompetitif yang cukup kuat akan mudah tersingkir. Selain itu, naik dari 2% ke 4% ROE relatif mudah, tetapi dari 20% ke 40% jauh lebih sulit.

Pengalaman saya dalam memilih saham adalah, daripada fokus pada angka ROE satu tahun, lebih baik melihat tren selama 5 tahun terakhir. Jika ROE tetap berada di kisaran 15%-25% dan terus meningkat, perusahaan seperti ini layak diperhatikan. Banyak perusahaan yang terlihat ROE-nya sangat tinggi, sebenarnya hanya sekadar kilasan sesaat. Sebaliknya, perusahaan dengan ROE yang stabil dan terus meningkat biasanya menunjukkan kemampuan menghasilkan laba yang terus membaik.

Mencari ROE suatu saham juga sangat mudah. Di pasar saham Taiwan, bisa diurutkan berdasarkan ROE di situs keuangan terkait. Di pasar AS dan Hong Kong juga tersedia alat penyaringan khusus. Tapi setelah melihat data, yang paling penting adalah berpikir sendiri, jangan terbuai oleh angka ROE yang tinggi. Dikombinasikan dengan indikator valuasi seperti PE dan PB, akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang apakah sebuah perusahaan benar-benar layak untuk diinvestasikan. Pada akhirnya, memilih saham tetap harus berpikir mandiri, menemukan logika yang cocok, berpegang teguh dalam jangka panjang, dan menjaga mental tetap stabil.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan