Ketika ekonomi tumbuh, itu seperti layar yang melayang ke depan, tetapi ketika terjadi resesi, semuanya melambat. Keuntungan yang diharapkan hilang, dan inilah yang harus dipahami dengan baik oleh para investor.



Apa itu resesi? Sebenarnya, kata ini menggambarkan kontraksi ekonomi secara luas dalam periode tertentu. Biasanya, ekonom melihatnya sebagai dua kuartal berturut-turut dengan pertumbuhan negatif, tetapi jika berlangsung lebih dari 3 tahun dan GDP menurun lebih dari 10%, itu disebut depresi — yang jauh lebih parah daripada resesi secara alami.

Amerika Serikat pernah mengalami lebih dari 48 kali resesi sejak kemerdekaan. Yang paling parah adalah Depresi Besar pada tahun 1929 yang berlangsung lebih dari 10 tahun, menyebabkan pengangguran yang sangat tinggi, produksi yang menurun, dan konsumsi yang sangat tertekan.

Lalu, apa penyebab terjadinya resesi tersebut? Berasal dari berbagai sumber. Kadang dari perubahan harga biaya produksi, seperti krisis minyak di era 1950-an dan 1970-an yang menyebabkan harga melonjak, inflasi mengikuti, dan daya beli masyarakat menyusut. Kadang juga dari kebijakan pemerintah yang berusaha mengendalikan inflasi, sehingga konsumsi melambat. Atau dari akumulasi utang yang besar, seperti pada tahun 2007 ketika harga aset melonjak tetapi utang bertambah hingga orang tidak mampu membayar lagi.

Mengenang sejarah terbaru, sejak tahun 2000, AS mengalami 3 kali resesi. Pertama adalah Resesi Dot-Com pada tahun 2001 yang berlangsung hanya 8 bulan, dengan indeks NASDAQ turun lebih dari 82%. Peristiwa 9/11 meningkatkan risiko, tetapi ekonomi pulih cukup cepat.

Namun, Resesi Besar tahun 2007-2009 jauh lebih parah. Berlangsung selama 18 bulan, GDP turun 5,1%, dan tingkat pengangguran melonjak ke 10%. Krisis ini bermula dari krisis keuangan akibat spekulasi properti, harga rumah naik dari 140 pada tahun 2000 menjadi 220 pada 2006-2007. Instrumen keuangan baru yang menggunakan properti sebagai jaminan utang, dan saat harga rumah jatuh, kerusakannya menyebar luas. Bank sentral harus meluncurkan QE sebesar lebih dari 1,75 triliun dolar dan menurunkan suku bunga hampir ke nol.

Lalu, Resesi COVID-19 pada tahun 2020 yang terjadi tercepat, hanya dalam 2 bulan, tetapi paling parah. GDP turun 19,2%, dan tingkat pengangguran melonjak ke 14,7%. Permintaan dan penawaran sama-sama menyusut. Pemerintah dan bank sentral melakukan intervensi melalui QE lagi, dan neraca bank sentral melonjak dari 4,1 triliun menjadi hampir 9 triliun dolar.

Ketika resesi terjadi, harga aset biasanya bergerak ke arah yang menutup risiko. Investor menjual saham menjadi kas, lalu beralih memegang aset aman seperti emas dan obligasi. Terlihat masuk akal, tetapi tidak selalu berhasil. Saat COVID-19, indeks Dow Jones turun 38,4%, minyak hampir jatuh 98%, emas naik 32%, obligasi 10 tahun memberikan hasil yang menurun, tetapi dolar yang dianggap aman malah memberikan hasil negatif 13,5% karena QE.

Bagi investor, resesi sulit diprediksi, tetapi ada cara untuk mempersiapkan diri. Hal yang tidak disarankan adalah meningkatkan investasi di aset berisiko, berutang dalam jumlah besar, atau meminjam dengan bunga mengambang. Karena saat ekonomi pulih, suku bunga akan naik dan Anda mungkin tidak mampu membayar.

Hal yang disarankan adalah beralih memegang aset aman, menjaga sumber pendapatan yang stabil, dan berinvestasi saat harga murah. Jika harus meminjam, pilih suku bunga tetap agar bisa mengunci tingkat rendah selama resesi.

Resesi adalah apa? Sebenarnya, itu adalah masa pengujian kekuatan portofolio investasi. Bagi investor yang sudah mempersiapkan diri, ini bukan masa yang sulit, tetapi peluang untuk mengumpulkan aset berkualitas dengan harga murah. Diversifikasi risiko dan perencanaan di muka adalah kunci untuk pertumbuhan jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan