Saya bertanya-tanya seperti banyak orang tentang zakat emas yang saya miliki, terutama karena semua orang menyimpan sedikit emas baik sebagai perhiasan maupun tabungan. Yang penting, saya menemukan bahwa masalahnya lebih sederhana dari yang saya bayangkan.



Pertama, nisab emas dalam zakat adalah batas dasar yang harus Anda perhatikan. Secara spesifik, nisab emas dalam zakat sekitar 85 gram emas murni. Artinya, jika Anda memiliki kurang dari itu, Anda tidak wajib mengeluarkan zakat. Tapi ketika mencapai 85 gram atau lebih dan telah berlalu satu tahun hijriyah penuh, di sinilah kewajiban zakat dimulai.

Perhitungannya sendiri sangat mudah: 2.5% dari nilai pasar emas. Misalnya, jika Anda memiliki 100 gram emas berkarat 24 dan harganya 400 riyal per gram, nilai totalnya 40.000 riyal, dan zakat yang harus dikeluarkan adalah 1.000 riyal. Tapi harus dipastikan bahwa emas Anda telah mencapai satu tahun penuh agar zakatnya wajib dikeluarkan.

Hal yang sering tidak jelas adalah bahwa nisab emas dalam zakat berlaku untuk semua bentuk emas - batangan, koin, bahkan perhiasan yang disimpan untuk tabungan atau investasi. Tapi jika perhiasan untuk perhiasan sehari-hari, di sini ada perbedaan pendapat fiqh, tetapi yang lebih hati-hati adalah mengeluarkan zakat juga untuk perhiasan tersebut.

Berat yang berbeda memiliki nisab yang berbeda: emas 24 karat membutuhkan 85 gram, emas 21 karat sekitar 97 gram, dan emas 18 karat sekitar 113 gram. Alasannya adalah bahwa kadar emas murni pada karat yang lebih rendah lebih sedikit, sehingga membutuhkan berat lebih banyak untuk mencapai jumlah emas murni yang sama.

Hal penting lainnya: ketika menghitung zakat pada emas dengan karat kurang dari 24, kalikan berat total dengan tingkat kemurnian. Misalnya, 100 gram emas karat 21 mengandung 87.5 gram emas murni (karena karat 21 tingkat kemurniannya 87.5%), jadi zakatnya dihitung berdasarkan 87.5 gram dikalikan harga.

Banyak orang bertanya: apakah emas investasi dalam dana ETF atau saham perusahaan pertambangan termasuk zakat? Jawabannya iya, tetapi caranya sedikit berbeda. Dana yang didukung emas nyata dikenai zakat sebesar 2.5% dari nilai pasar. Sedangkan saham pertambangan dihitung sesuai niatnya - jika untuk spekulasi, zakatnya dihitung dari nilai penuh, dan jika untuk investasi jangka panjang, zakat hanya dari keuntungan.

Faktanya, zakat bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi juga ibadah. Rasulullah SAW sangat tegas dalam hal ini, dan memperingatkan tentang menimbun emas tanpa mengeluarkan zakatnya. Tujuan zakat adalah membersihkan harta dan mewujudkan solidaritas di antara umat Islam.

Ada satu poin terakhir: zakat dikeluarkan untuk kelompok tertentu - fakir, miskin, amil zakat, mu’ahad, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibn as-sabil. Tidak diberikan kepada selain mereka, bahkan jika mereka kerabat Anda, jika mereka kaya.

Kesimpulannya: ketika Anda memiliki nisab emas dalam zakat dan telah berlalu satu tahun hijriyah, Anda wajib mengeluarkan 2.5% dari nilainya. Perhitungannya sederhana, niatnya mulia, dan pahala di sisi Allah besar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan