Perak sedang sangat bergejolak, dan jujur saja, sulit untuk mengikuti. Pada awal Januari, harga perak mencapai rekor tertinggi sebesar 121,62 USD per ons – kemudian jatuh dalam waktu sekitar 30 jam lebih dari 30 %. Itu adalah penurunan harian terbesar sejak 1980. Saat ini, harga berayun di sekitar 84 USD, dan pertanyaannya tetap: Apakah akan terus naik atau ini hanya pemulihan sebelum jatuh lagi berikutnya?



Apa yang membuat saya tertarik: Opini pasar benar-benar terbagi. Para bullish berargumen dengan defisit pasokan struktural – pasar perak sudah mengalami defisit selama lima tahun berturut-turut, dengan hampir 820 juta ons terkumpul sejak 2021. Selain itu, permintaan fisik yang kuat dari Asia, terutama dari China dan India. Di Hong Kong, batangan perak terkadang habis dalam beberapa jam. Sementara itu, para bearish mengandalkan penguatan dolar AS. Dengan Kevin Warsh sebagai kepala Fed yang baru, diharapkan kebijakan moneter akan menjadi lebih ketat – dan ini membuat perak lebih mahal bagi pembeli internasional.

Prediksi sangat berbeda-beda. Citigroup memprediksi 150 USD dalam tiga bulan ke depan – mereka menyebut perak sebagai "Emas dengan Steroid". Marko Kolanovic (mantan Kepala Strategi di sebuah bank investasi besar) memperkirakan 50 USD untuk 2026. Goldman Sachs hanya mengharapkan volatilitas ekstrem. Prediksi jangka panjang berkisar dari 82 USD hingga 307 USD pada tahun 2030. Ini menunjukkan: Tidak ada yang benar-benar tahu ke mana arah pasar ini.

Apa yang mendorong harga perak: Inflasi adalah pendorong klasik – ketika uang kehilangan nilai, investor mencari perlindungan. Tapi sama pentingnya adalah permintaan industri. Perak dibutuhkan untuk panel surya, kendaraan listrik, infrastruktur AI. Silver Institute memperkirakan sektor-sektor ini akan tumbuh secara masif hingga 2030. Kemudian faktor geopolitik juga berperan – kebijakan tarif AS di bawah Trump menciptakan ketidakpastian. Dan produksi tambang? Stagnan selama bertahun-tahun di sekitar 813 juta ons per tahun, sementara 75 % dari perak dihasilkan sebagai produk sampingan dari logam lain. Ini membatasi respons terhadap kenaikan harga.

Secara historis menarik: 2025 menjadi titik balik. Bertahun-tahun, perak berfluktuasi antara 20 dan 35 USD. Pada Oktober 2025, harga menembus rekor lama 49,95 USD dari 1980 untuk pertama kalinya dalam 45 tahun. Tahun itu berakhir dengan kenaikan +147 %, lalu di bulan Januari, kekacauan ini berlanjut dengan +70 % dalam satu bulan. Skandal Hunt Brothers tahun 1980 atau kasus manipulasi JPMorgan 2010-2011 – perak sudah pernah mengalami masa volatil, tapi ini berbeda.

Bagaimana cara berinvestasi di dalamnya? Perak fisik bisa dipegang, tapi penyimpanan biayanya mahal. Saham tambang perak seperti Pan American Silver atau First Majestic bisa naik lebih tajam dari harga komoditasnya sendiri, tapi juga lebih volatil. ETF seperti SLV atau PSLV lebih mudah diperdagangkan, tapi dengan biaya. Futures dan opsi kompleks dan tidak cocok untuk pemula. Perusahaan streaming seperti Wheaton Precious Metals menarik karena mereka memiliki risiko operasional yang lebih kecil.

Kesimpulan: Harga perak memiliki kekuatan fundamental melalui defisit dan permintaan yang meningkat. Tapi volatilitasnya brutal – dan dolar AS yang kuat bisa membalikkan semuanya. Jika berpikir jangka panjang dan memperhatikan prediksi harga perak 2040, perlu diingat: Tahun-tahun mendatang akan dipenuhi oleh pertarungan antara permintaan perlindungan inflasi dan kekuatan dolar. Riset mendalam dan kesiapan risiko sangat penting sebelum memulai investasi di sini.
XAG-6,5%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar