Belakangan ini saya sedang mempelajari bagaimana trader mengonfirmasi tren, dan menemukan bahwa semua orang menekankan satu hal — bahwa kenaikan dan penurunan harga harus diverifikasi dengan volume transaksi agar sah. Tapi sebenarnya tidak banyak alat volume yang benar-benar berguna, On Balance Volume (OBV) adalah salah satu indikator yang sering saya gunakan.



Berbicara tentang OBV, sebenarnya alat ini dikembangkan oleh Joseph Granville pada tahun 1963, dengan ide inti mengakumulasi volume transaksi untuk melacak niat nyata dari para pelaku besar dan institusi. Mengapa melakukan ini? Karena harga hanyalah permukaan, kekuatan sebenarnya terletak pada volume transaksi.

Logika perhitungan OBV sangat sederhana — jika harga penutupan hari ini lebih tinggi dari kemarin, tambahkan volume hari ini; jika harga lebih rendah, kurangi volume; jika tetap sama, tidak berubah. Kedengarannya sederhana, tapi hasilnya cukup bagus. Melalui indikator volume akumulatif ini, Anda bisa melihat apakah dana benar-benar mendorong harga naik, atau diam-diam mengurangi posisi.

Dua pendekatan yang paling sering saya gunakan. Yang pertama adalah menggunakan On Balance Volume untuk mengonfirmasi tren — saat harga naik, jika OBV juga meningkat pesat, itu menunjukkan kenaikan ini didukung kekuatan, semua orang sedang membeli. Sebaliknya, jika harga turun dan OBV juga menurun, itu adalah tekanan jual yang nyata. Tapi jika harga naik, OBV malah stagnan atau menurun, itu harus diwaspadai, ini sinyal peringatan, menunjukkan kenaikan mungkin akan berakhir.

Pendekatan kedua adalah mencari titik balik. Saat ini, kita harus memperhatikan fenomena divergensi OBV — harga masih membuat level tertinggi baru, tapi OBV tidak mengikuti, atau harga membuat level terendah baru, tapi OBV tidak turun sebanyak itu. Ketidaksesuaian ini sering menandakan tren akan berbalik. Saya sering menggunakan ini untuk mencari titik masuk rebound atau penolakan.

Dalam praktiknya, saya tidak hanya mengandalkan OBV saja. Biasanya dikombinasikan dengan moving average (MA) atau Bollinger Bands. Misalnya, saat muncul divergensi OBV, saya akan menunggu harga menembus garis MA, atau memantul di batas Bollinger Bands, sehingga sinyalnya menjadi lebih andal.

Contohnya pada grafik harian Microsoft, yang sebelumnya terus membuat level tertinggi baru, OBV juga naik, jelas menunjukkan tren naik yang kuat. Tapi kemudian harga masih menguji level tertinggi, sementara OBV tidak membuat level tertinggi baru, itu adalah divergensi. Ketika harga akhirnya menyentuh garis atas Bollinger Bands lalu menembus garis tengah, itu adalah sinyal yang bagus untuk membuka posisi jual.

Secara keseluruhan, On Balance Volume membantu Anda melihat kekuatan beli dan jual yang sebenarnya di pasar. Melihat harga saja mudah tertipu, tapi jika dikonfirmasi dengan OBV, penilaian tren menjadi jauh lebih akurat. Jika Anda juga menggunakan Gate untuk trading, tidak ada salahnya menambahkan indikator ini di grafik, karena bisa membantu mengonfirmasi sinyal trading Anda.
MSFT0,23%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan