Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Saya ingin berbagi sebuah topik yang sering ditanyakan banyak orang: apa itu short selling dan apakah itu benar-benar cocok untuk trader biasa.
Sebenarnya, short selling bukanlah konsep yang baru. Ini adalah strategi trading yang memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan saat harga aset turun, berlawanan dengan membeli saat harga naik. Cara kerjanya cukup sederhana: Anda meminjam sebuah sekuritas (biasanya dari broker), langsung menjualnya, lalu menunggu harga turun untuk membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah. Selisih antara harga jual dan harga beli adalah keuntungan Anda.
Mari ambil sebuah contoh spesifik. Misalnya, saham perusahaan A diperdagangkan di angka 50 USD. Anda yakin bahwa harganya akan turun, jadi Anda meminjam 100 saham dari broker dan langsung menjualnya. Seminggu kemudian, saham A benar-benar turun ke 30 USD. Saat ini, Anda membeli kembali 100 saham dengan harga 30 USD per saham, mengembalikannya ke pemberi pinjaman, dan mendapatkan sekitar 2000 USD keuntungan (belum termasuk biaya). Tapi bagaimana jika harga naik ke 60 USD alih-alih turun? Maka Anda akan mengalami kerugian sekitar 1000 USD. Itulah mengapa short selling disebut sebagai strategi tingkat tinggi.
Proses melakukan short selling terdiri dari 4 langkah utama. Pertama, Anda membuka posisi dengan meminjam sekuritas dari broker. Kedua, Anda menjual sekuritas tersebut di pasar (dengan akun margin dan harus membayar bunga). Ketiga, Anda menunggu harga turun lalu membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah. Terakhir, Anda mengembalikan sekuritas ke pemberi pinjaman dan mendapatkan keuntungan dari selisihnya. Seluruh proses ini bisa berlangsung dalam beberapa menit atau beberapa minggu tergantung strategi Anda.
Ada satu hal penting yang perlu diketahui: di Vietnam, short selling langsung terhadap saham belum diizinkan. Namun, Anda bisa melakukan short selling secara tidak langsung melalui kontrak selisih (CFD). CFD adalah perjanjian antara Anda dan broker untuk menukar selisih harga dari sebuah aset tanpa harus memilikinya secara fisik. Dengan CFD, Anda bisa memilih posisi jual (short position) untuk mendapatkan keuntungan dari pasar yang turun, atau posisi beli (long position) untuk pasar yang naik.
Mari ambil contoh indeks S&P 500. Jika Anda memprediksi indeks ini akan turun dalam 15 menit ke depan, Anda bisa membuka posisi jual 1 lot dengan margin 5%. Dengan harga saat ini 1777 USD, jumlah uang yang perlu Anda keluarkan sekitar 88,86 USD. Jika setelah 15 menit harga benar-benar turun ke 1690 USD, Anda akan mendapatkan keuntungan 87,1 USD, yaitu performa 98% dari modal awal. Itulah kekuatan leverage dalam trading.
Demikian pula, Anda juga bisa melakukan short selling emas atau aset lain melalui CFD. Misalnya, jika harga emas saat ini 45 juta rupiah per gram dan Anda memprediksi akan turun, Anda membuka posisi jual untuk 100 gram. Seminggu kemudian, jika harga turun ke 40 juta, Anda menutup kontrak dan meraup keuntungan 500 juta rupiah. Sebaliknya, jika harga naik ke 50 juta, Anda akan mengalami kerugian 500 juta rupiah.
Sekarang, apa itu short selling dan mengapa memiliki keunggulan dan kelemahan? Keunggulannya jelas, Anda memiliki peluang mendapatkan keuntungan tidak hanya dari pasar yang naik tetapi juga dari pasar yang turun. Dengan leverage, Anda bisa meraih keuntungan besar hanya dengan modal kecil. Selain itu, berkat perkembangan teknologi, Anda dapat dengan mudah melakukan short selling di ribuan pasar berbeda tanpa harus meminjam secara langsung seperti metode tradisional.
Namun, kelemahannya juga sangat perlu diperhatikan. Short selling adalah strategi dengan risiko tinggi. Secara teori, harga aset bisa naik tak terbatas, sementara penurunannya hanya sampai 0.0. Ini berarti keuntungan maksimal Anda terbatas (100% jika harga turun ke 0), tetapi kerugian bisa tak terbatas. Selain itu, jika Anda memilih waktu yang salah, Anda bisa terkena margin call yang memaksa Anda menutup posisi saat harga bergerak berlawanan. Dalam sejarah, pasar cenderung meningkat dalam jangka panjang, sehingga short selling bukan strategi jangka panjang.
Lalu, apakah sebaiknya melakukan short selling? Jika Anda adalah trader pemula, saya sarankan berhati-hati. Apa itu short selling yang membutuhkan pengetahuan mendalam, pengalaman nyata, dan disiplin trading yang ketat. Anda perlu memahami risiko, tahu cara mengelola modal, dan memiliki rencana yang jelas sebelum membuka posisi. Trader berpengalaman biasanya menggunakan short selling baik untuk spekulasi keuntungan maupun untuk melindungi portofolio mereka dari risiko.
Faktanya, short selling menyediakan likuiditas bagi pasar dan membantu mencegah kenaikan harga yang tidak wajar dari saham-saham berkualitas rendah. Namun, ini tidak cocok untuk semua orang. Pastikan Anda sudah cukup memahami dan siap menerima risiko sebelum memasuki dunia short selling.