Belakangan ini saat mempelajari indikator teknikal, saya menemukan bahwa alat DMI sebenarnya cukup berguna, terutama untuk menilai tren. Banyak orang mungkin tidak terlalu akrab dengan ini, tetapi jika Anda sering melakukan perdagangan tren, indikator DMI bisa sangat membantu.



DMI adalah singkatan dari Indeks Pergerakan Arah, yang dibuat oleh Welles Wilder pada tahun 1978. Secara sederhana, ini menggunakan tiga garis untuk melihat pasar: garis +DI untuk kekuatan kenaikan, garis -DI untuk kekuatan penurunan, dan garis ADX untuk mengukur kekuatan tren. Kombinasi ini dapat mengkuantifikasi kekuatan tren, yang penting untuk pengendalian risiko.

Bagaimana cara menggunakannya? Saya merangkum tiga skenario utama.

Yang pertama adalah menentukan apakah tren ada atau tidak. Nilai ADX di atas 25 menunjukkan pasar memiliki arah yang jelas, di bawah 25 berarti sedang berkisar, tidak ada tren yang berarti. Ini penting untuk memutuskan apakah harus ikut serta, karena beberapa pergerakan pasar hanya datar, mengikuti tren lawan bisa berisiko tertahan.

Yang kedua adalah mencari titik beli dan jual. +DI menembus -DI dari bawah ke atas adalah sinyal beli, menunjukkan tren naik mungkin mulai; sebaliknya +DI menembus ke bawah -DI adalah sinyal jual. Saya pernah melihat contoh saham Apple, saat +DI menembus ke atas pada awal November dan membeli, kemudian naik ke lebih dari 199 dolar, meskipun kemudian ada koreksi, sinyal ini tetap menangkap tren kenaikan utama.

Yang ketiga adalah sinyal divergensi. Jika harga mencapai level tertinggi baru tetapi ADX dan +DI malah melemah, ini disebut divergensi puncak, menunjukkan momentum kenaikan melemah dan kemungkinan berbalik. Demikian juga, jika harga mencapai level terendah baru tetapi -DI tidak mengikuti ke bawah, itu adalah divergensi dasar, menandakan rebound mungkin akan terjadi. Pada tahun lalu, pasangan USD/JPY menunjukkan divergensi puncak yang jelas selama tren tersebut, dan setelahnya memang mencapai puncak lalu turun kembali.

Tentu saja, DMI juga tidak sempurna. Perhitungannya didasarkan pada perubahan rata-rata dari candlestick dalam periode tertentu, sehingga kadang tidak cukup sensitif dan bisa melewatkan beberapa pergerakan besar. Tapi Anda bisa menyesuaikan parameter, misalnya mengubah periode dari 14 menjadi 9, atau menggabungkan indikator lain seperti MACD, RSI, untuk hasil yang lebih baik. Beberapa orang juga menambahkan analisis pola untuk memastikan posisi take profit dan stop loss.

Sejujurnya, keunggulan utama indikator DMI dalam menilai tren adalah kemampuannya mengkuantifikasi kekuatan, membantu Anda mengukur tingkat keberhasilan. Terutama saat melakukan trading tren jangka panjang, ini bisa memberikan banyak referensi. Tapi ingat, dalam pasar datar, sinyal palsu bisa muncul, jadi jangan bergantung hanya padanya, gunakan bersama alat lain agar hasilnya lebih akurat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar