Baru saja saya menemukan pertanyaan menarik yang sebelumnya tidak pernah saya sadari: Berapa banyak emas yang sebenarnya masih ada di dunia? Kedengarannya sederhana, tetapi jika kita mempelajarinya, kita akan cepat menyadari bahwa ada lebih banyak hal di baliknya daripada yang kita kira.



Mari saya mulai dengan angka-angkanya. Secara historis, sekitar 212.582 ton emas telah ditambang, di mana dua pertiga di antaranya baru diambil dari bumi setelah tahun 1950. Yang istimewa: emas hampir tidak pernah hilang. Emas tidak habis terpakai seperti minyak atau batu bara, melainkan tetap beredar dalam berbagai bentuk. Itu berarti hari ini sekitar 190.000 ton emas ada di atas permukaan bumi. Setiap tahun, ada penambangan baru sebanyak 2.500 hingga 3.000 ton, tetapi sekaligus lebih dari 30 persen dari pasokan tahunan didapatkan dari daur ulang—terutama dari perhiasan.

Yang mengejutkan saya: Sebagian besar emas yang kita tambang berakhir di kotak perhiasan (78 persen). Industri dan elektronik hanya membutuhkan sekitar 12 persen, sisanya masuk ke aliran keuangan. Jadi, jika kita bertanya berapa banyak emas yang digunakan secara aktif di dunia, kita juga harus tahu bahwa sebagian besar dari itu terikat dalam perhiasan dan cadangan.

Mengenai masa depan: Dengan cadangan yang diketahui sebanyak 190.000 ton dan penambangan tahunan 3.000 ton, secara perhitungan akan memakan waktu lebih dari 60 tahun sampai cadangan ini habis. Namun, penemuan deposit baru yang besar semakin jarang. Kebanyakan tambang emas modern sudah beroperasi selama beberapa dekade. Tetapi, teknologi baru seperti AI dan Smart Mining mungkin masih membuka peluang. Dalam jangka panjang, industri kemungkinan akan lebih banyak mengandalkan daur ulang, yang secara efisien mengembalikan cadangan emas ke dalam peredaran.

Secara historis, emas adalah aset yang menakjubkan. Bangsa Romawi menggunakannya sebagai alat pembayaran resmi, kemudian standar emas diadopsi. Baru pada tahun 1971 era ini berakhir, ketika Nixon memutuskan untuk memutuskan hubungan dolar dengan emas. Sejak saat itu, harga emas melonjak—dari 35 dolar per ons pada 1971 menjadi lebih dari 2.260 dolar hari ini. Masa krisis (guncangan minyak, krisis keuangan 2008, pandemi Corona) selalu mendorong harga emas naik lagi.

Saat ini (Mei 2026), XAU/USD mendekati level tertinggi sepanjang masa. Inflasi di AS tetap tinggi, Federal Reserve mengisyaratkan pemotongan suku bunga, dan ketegangan geopolitik terus berlanjut. Secara teknikal, emas telah menembus secara konsisten di atas level 2.200 dan bisa terus naik ke sekitar 2.300. Pullback ke level 2.223 bisa menarik pembeli baru, sementara penembusan di bawah 2.200 bisa memicu penjualan teknikal.

Yang menarik: Beberapa orang berbicara tentang gelembung emas, tetapi dibandingkan aset lain, volatilitasnya moderat. Emas memiliki nilai fundamental yang rendah seperti saham dengan penghasilan, tetapi hal ini justru membuatnya menarik sebagai perlindungan saat krisis. Harga sering naik karena para investor percaya bahwa harganya akan naik—sebuah efek penguatan diri di masa tidak pasti.

Kesimpulannya: Berapa banyak emas di dunia? Cukup untuk beberapa dekade, tetapi akhirnya terbatas. Yang menarik bukanlah kelangkaannya, melainkan kemampuannya untuk didaur ulang. Emas hampir tidak bisa dihancurkan, sehingga jumlah yang beredar cenderung bertambah daripada berkurang. Bagi trader, emas tetap menjadi lindung nilai terhadap inflasi dan krisis—dan ini kemungkinan besar tidak akan berubah dalam waktu dekat. Mereka yang trading XAU/USD harus memperhatikan situasi geopolitik dan sinyal dari Fed. Bulan-bulan mendatang bisa menjadi sangat menarik.
XAU-0,7%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar