Menyebut spread dalam saham atau forex, banyak orang mengira itu adalah konsep yang rumit. Tapi sebenarnya sangat sederhana - hanya jarak antara harga beli dan harga jual saja.



Apa itu spread saham? Secara dasar, ketika Anda ingin melakukan transaksi pasangan mata uang atau saham, pasar akan memberi Anda dua harga yang berbeda. Satu adalah harga bid (harga beli), dua adalah harga ask (harga jual). Perbedaan antara kedua harga ini disebut spread. Itu adalah biaya tersembunyi yang harus Anda bayar setiap kali melakukan transaksi.

Contoh sederhana: jika EUR/USD dikutip 1,1021/1,1023, maka spread adalah 2 pips (setiap pip = 0,0001). Ini dihitung dalam pip karena itu adalah satuan pergerakan harga terkecil. Tidak sengaja, para broker merancang cara ini - mereka mendapatkan uang dari selisih ini, bukan dari biaya komisi terpisah.

Ada dua jenis spread yang perlu Anda ketahui: spread tetap dan spread variabel. Spread tetap disediakan oleh broker saat mereka beroperasi sebagai market maker. Keuntungannya adalah Anda selalu tahu pasti berapa biaya yang akan dikeluarkan, lebih mudah diprediksi. Tapi kekurangannya adalah saat pasar bergejolak cepat, Anda akan mengalami requote (broker meminta Anda menerima harga baru) atau slippage (harga akhir berbeda jauh dari harga yang Anda tetapkan).

Spread variabel sebaliknya - selalu berubah sesuai kondisi pasar. Broker non-dealing desk menyediakan jenis ini, mereka mengambil harga dari berbagai penyedia likuiditas. Keuntungannya adalah tidak ada requote, harga lebih transparan. Tapi masalahnya adalah spread bisa melebar sangat besar saat penting, terutama saat ada berita besar atau pasar kurang likuid.

Mengenai cara menghitung spread dalam transaksi nyata: misalnya Anda trading 1 kontrak EUR/USD dengan spread 0,9 pips. Jika nilai 1 pip adalah 10 USD, maka biaya spread yang harus Anda bayar adalah 9 USD. Trading 10 kontrak? Jadi 90 USD. Ini terlihat kecil, tapi jika Anda melakukan scalping atau trading jangka pendek (jual beli terus-menerus), ini akan menggerogoti keuntungan Anda dengan sangat cepat.

Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi spread: likuiditas, volume transaksi, dan volatilitas. Ketika likuiditas tinggi (banyak orang membeli dan menjual), spread biasanya lebih sempit. Volume transaksi besar juga menekan spread. Tapi saat pasar bergejolak keras, spread akan melebar secara signifikan.

Ada dua waktu di mana spread paling mudah melebar: pertama, di antara sesi perdagangan (ketika likuiditas sangat tipis), kedua, sebelum berita besar diumumkan. Pada saat ini, spread bisa meningkat dari 1-2 pips menjadi 5-10 pips atau bahkan lebih. Jika Anda trader jangka pendek, sebaiknya hindari waktu-waktu ini.

Ingin mengurangi biaya spread? Ada dua cara utama. Pertama, hanya trading saat pasar paling aktif, saat spread paling sempit. Kedua, fokus pada pasangan mata uang atau saham dengan likuiditas tinggi seperti EUR/USD atau GBP/USD. Saat banyak orang trading, market maker akan bersaing dan mempersempit spread untuk menarik pelanggan.

Akhirnya, spread tidak hanya ada di forex. Itu juga muncul dalam saham (selisih antara harga bid dan ask saham), obligasi (selisih imbal hasil antara dua jenis obligasi), atau kontrak berjangka (selisih harga antar tenor berbeda). Pasar apa pun memiliki spread, dan memahami hal ini akan membantu Anda mengelola biaya transaksi dengan lebih baik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan