pernah bertanya-tanya mengapa trader di seluruh dunia suka menggunakan Fibonacci untuk mencari titik masuk dan keluar. Saya sendiri awalnya juga bingung dengan alat ini, tetapi setelah memahaminya, itu menjadi salah satu alat yang paling praktis dalam kantong.



Sebenarnya Fibonacci tidak serumit yang dibayangkan. Ini adalah deret angka alami 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21... di mana setiap angka berasal dari penjumlahan dua angka sebelumnya. Angka-angka ini muncul di alam secara umum, mulai dari cangkang kerang, daun, hingga pola pergerakan harga.

Hal yang membuat Fibonacci menarik bagi trader adalah rasio khusus yang tersembunyi dalam angka-angka ini, seperti 0.618, 1.618, 0.382, dll. Ketika diterapkan pada grafik harga, rasio ini sering menjadi support dan resistance yang efektif.

Penggunaan Fibonacci dasar dimulai dengan menarik alat Fibonacci Retracement dari titik terendah ke titik tertinggi tren (atau sebaliknya). Alat ini akan menampilkan garis horizontal pada level 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dan 100%, yang biasanya menjadi titik di mana harga berhenti sementara atau berbalik arah.

Saya suka menggabungkan penggunaan Fibonacci dengan EMA untuk meningkatkan akurasi. Misalnya, ketika harga berada di atas garis EMA(50), menunjukkan bahwa tren naik masih kuat. Kemudian menunggu harga melakukan koreksi dan menguji level Fibonacci di 38.2% atau 50% bisa menjadi titik beli yang cukup baik.

Ada juga alat lain yang disebut Fibonacci Extension, yang digunakan untuk menentukan target harga saat harga breakout ke luar. Level yang umum digunakan adalah 161.8%, 200%, 261.8%. Saya sering menggunakannya untuk menentukan titik take profit.

Untuk penghitungan Fibonacci yang lebih maju, bisa dipadukan dengan indikator lain seperti RSI atau Price Action untuk meningkatkan akurasi. Misalnya, jika harga menyentuh level Fibonacci Extension di 161.8% dan RSI menunjukkan Divergence Bearish, itu adalah sinyal jual yang cukup kuat.

Kelebihan Fibonacci adalah mudah digunakan, mudah dipahami, dan dapat diterapkan di semua timeframe serta semua pasar. Tetapi kekurangannya adalah cukup subjektif — orang yang berbeda bisa menggambar garis Fibonacci di posisi yang berbeda. Jadi, jangan hanya mengandalkan Fibonacci saja, harus dikonfirmasi dengan alat lain.

Yang saya sarankan adalah mencoba menggambar garis Fibonacci di grafik nyata dan lihat level mana yang paling banyak mendapatkan respons dari harga. Setiap orang mungkin memiliki pengalaman berbeda, tetapi ketika Anda mulai merasakan bagaimana alat ini bekerja, itu akan menjadi bagian dari strategi trading Anda secara pasti.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar