Belakangan ini banyak investor pemula yang masih agak bingung tentang konsep margin call, jadi hari ini saya mau jelaskan dengan baik apa arti margin call, dan mengapa hal ini begitu menakutkan.



Sederhananya, margin call adalah ketika posisi trading Anda melawan arah, sampai dana jaminan tidak cukup untuk menutup kerugian, platform trading langsung menutup posisi Anda. Situasi terburuk bukan hanya modal hilang, tapi juga bisa berhutang ke broker. Ini bukan omong kosong, memang bisa terjadi.

Apa arti margin call? Yaitu ketika nilai bersih akun Anda turun di bawah ambang minimum margin yang ditetapkan broker, sistem akan otomatis menutup semua posisi Anda secara paksa. Anda tidak punya kesempatan untuk balik modal, tidak ada ruang negosiasi, sistem langsung menutup posisi.

Mengapa bisa margin call? Penyebab utamanya adalah pergerakan pasar yang berlawanan dengan posisi Anda, dan margin Anda tidak cukup untuk menyerap kerugian tersebut. Terutama jika menggunakan leverage tinggi, selama pasar bergerak berlawanan sedikit saja, modal Anda akan menyusut secara besar-besaran.

Leverage tinggi adalah penyebab paling umum dari margin call. Saya pernah lihat banyak investor awalnya merasa bisa mengendalikan risiko, tapi begitu leverage dibesarkan, pasar sedikit berbalik langsung margin call. Contohnya, jika Anda pakai modal 10 juta untuk trading futures dengan leverage 10 kali, berarti posisi Anda setara 100 juta. Kalau pasar bergerak berlawanan 1%, modal Anda akan hilang 10%; kalau berbalik 10%, seluruh margin akan hilang dan Anda akan dipanggil margin call.

Lubang lain yang umum adalah "mental ngotot" atau "fighting the market". Dengan niat "nanti pasti rebound", tapi tiba-tiba pasar gap turun besar, broker langsung menutup posisi dengan harga pasar, kerugian jauh melebihi ekspektasi. Ada juga yang mengabaikan biaya tersembunyi, seperti margin tambahan saat day trading yang gagal, atau saat gap besar keesokan harinya, posisi langsung margin call; atau saat trading instrumen yang kurang likuid, stop loss terisi di harga yang tidak masuk akal.

Yang paling menakutkan adalah kejadian black swan. Saat pandemi 2020, perang Ukraina-Rusia, dan kejadian ekstrem lain terjadi, pasar turun terus-menerus, beberapa broker bahkan tidak mampu menutup posisi, margin terkuras habis dan malah berhutang, langsung terjadi margin call besar-besaran.

Risiko margin call berbeda-beda tergantung asetnya. Cryptocurrency karena volatilitas pasar yang besar, termasuk risiko tinggi. Saya ingat Bitcoin pernah berfluktuasi 15% dalam satu hari, menyebabkan banyak investor margin call. Saat crypto margin call, bukan hanya margin hilang, bahkan koin yang Anda beli bisa hilang juga.

Trading margin forex adalah permainan uang kecil untuk mendapatkan keuntungan besar. Banyak orang suka pakai leverage kecil agar modal tidak besar. Bagaimana cara menghitung margin? Sangat sederhana, margin = (ukuran kontrak kali jumlah lot) dibagi leverage. Misalnya, pakai leverage 20 kali untuk trading 0.1 lot pasangan mata uang, dengan nilai 10.000 USD, maka margin yang dibutuhkan adalah 500 USD. Kalau saldo akun turun ke rasio margin minimum yang ditetapkan platform (biasanya 30%), broker akan otomatis menutup posisi.

Situasi saham agak berbeda. Membeli saham secara tunai dengan 100% dana sendiri adalah yang paling aman, bahkan jika harga saham turun ke nol, Anda hanya kehilangan modal, tidak berhutang. Tapi jika membeli dengan margin, jika rasio pemeliharaan di bawah 130%, Anda akan menerima margin call, dan jika tidak menambah dana, posisi akan dipaksa ditutup. Kalau day trading gagal dan posisi tetap terbuka, dan tiba-tiba turun limit gap, tidak bisa dijual, broker langsung menutup posisi.

Untuk menghindari margin call, pertama-tama harus pakai alat manajemen risiko seperti stop loss dan take profit. Stop loss adalah menetapkan harga otomatis jual saat harga turun ke level tertentu, agar kerugian tidak semakin besar. Take profit adalah menetapkan target keuntungan otomatis, saat harga mencapai target langsung ambil laba. Kedua fungsi ini sangat penting, membantu Anda mengendalikan risiko.

Pemula bisa pakai metode persentase sederhana, misalnya atur 5% di atas dan di bawah harga beli, jadi tidak perlu terus-menerus was-was melihat pasar. Trader berpengalaman biasanya menggunakan support dan resistance, moving average, dan indikator teknikal lain untuk menentukan posisi stop loss dan take profit.

Selain itu, perhatikan juga mekanisme perlindungan saldo negatif. Di bursa yang diawasi, fitur ini memastikan Anda paling banter kehilangan seluruh dana di akun, tidak akan berhutang besar. Kalau sampai benar-benar rugi sampai habis, sisa kerugian akan ditanggung oleh platform.

Saran untuk pemula sangat sederhana: mulai dari saham tunai, gunakan uang tidak penting, agar tidak takut kehilangan saat tidur. Hindari produk leverage tinggi, seperti kontrak futures, sampai sudah cukup pengalaman. Strategi harus stabil, rutin, dan jangan pernah all-in, karena lebih aman 100 kali lipat.

Kalau tetap ingin trading kontrak, mulai dari mini lot, jangan pakai leverage penuh, disarankan di bawah 10 kali. Yang paling penting, selalu pasang stop loss, jangan nekat melawan pasar. Investasi memang ada untung dan rugi, sebelum trading, harus paham pengetahuan dasar, manfaatkan alat manajemen risiko seperti stop loss dan take profit, agar akun tidak hilang total.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar