Belakangan ini saya melihat ada orang yang membahas kerugian saat melakukan trading leverage, baru menyadari bahwa banyak pemula sebenarnya tidak terlalu memahami konsep margin call ini. Saya sendiri juga pernah mengalami jebakan, jadi saya rangkum pengalaman selama ini.



Sederhananya, margin call adalah ketika Anda melakukan trading dengan leverage, posisi Anda mengalami kerugian hingga tingkat tertentu, broker akan meminta Anda menambah dana atau menutup posisi. Kedengarannya cukup menakutkan, tetapi sebenarnya jika memahami logikanya, Anda bisa menghindari sebagian besar masalah.

Pertama, mari kita bahas bagaimana menghitung tingkat margin. Rasio ini mencerminkan seberapa banyak "ruang aman" yang tersisa di akun Anda. Rumusnya sangat sederhana: tingkat margin sama dengan nilai bersih akun dibagi dengan margin yang digunakan, lalu dikalikan 100%. Contohnya, Anda memiliki 1000 dolar, membeli satu lot euro dolar, membutuhkan margin 200 dolar, maka tingkat margin adalah 500%. Kedengarannya cukup bagus, tetapi bagaimana jika posisi ini merugi 800 dolar? Nilai bersih Anda menjadi 200 dolar, tingkat margin langsung turun ke 100%. Saat itu broker tidak akan membiarkan Anda membuka posisi baru lagi, karena Anda sudah tidak punya ruang cadangan.

Lebih menyakitkan lagi, jika kerugian terus membesar, tingkat margin akan turun ke level stop-loss yang ditetapkan broker (biasanya sekitar 50%), sistem akan secara otomatis menutup posisi Anda. Itulah yang disebut margin call.

Lalu, bagaimana cara menghindarinya? Sejujurnya, manajemen risiko adalah yang utama. Pertama, harus sadar akan kemampuan risiko Anda sendiri, jangan gunakan leverage yang tidak mampu Anda tanggung. Kedua, wajib menetapkan stop-loss. Stop-loss akan otomatis keluar saat kerugian mencapai level yang Anda tentukan, ini adalah cara paling langsung untuk melindungi dana. Kebiasaan saya sendiri adalah selalu menetapkan stop-loss sebelum membuka posisi, apapun pergerakan pasar, kerugian tetap terkendali dalam batas yang dapat diterima.

Ada satu strategi yang sering diabaikan yaitu diversifikasi investasi. Jangan menaruh semua dana pada satu pasangan mata uang, sebarkan ke berbagai pasangan atau pasar, sehingga meskipun satu posisi merugi, posisi lain mungkin masih menguntungkan, dan Anda tidak akan terkejar margin call secara mendadak.

Singkatnya, margin call bukanlah momok menakutkan, selama Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang posisi Anda dan merencanakan risiko dengan baik, Anda bisa trading dengan tenang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar