Membahas tentang Long dan Short dalam trading, banyak orang masih bingung dengan arti dan penggunaannya. Saya ingin berbagi pandangan dari pengalaman nyata di pasar.



Dalam trading, Posisi Long adalah mengirimkan perintah beli barang, dengan harapan harga akan naik, dan kita memiliki target untuk menutup posisi agar mendapatkan keuntungan. Bayangkan saja kita membeli satu barang seharga 41 rupiah dan berharap naik ke 42 rupiah. Ketika harga benar-benar naik, kita menjualnya dan mendapatkan keuntungan 1 rupiah. Ini adalah prinsip membeli murah dan menjual mahal. Tetapi jika harga justru turun menjadi 40 rupiah dan kita harus menutup posisi, maka akan mengalami kerugian.

Sedangkan Posisi Short adalah menjual terlebih dahulu, dengan harapan harga akan turun. Trader akan menutup posisi dengan membeli kembali di harga yang lebih rendah dan mendapatkan keuntungan dari selisihnya. Misalnya, kita menjual barang seharga 41 rupiah, lalu harga turun ke 40 rupiah, kita membeli kembali dan mendapatkan keuntungan 1 rupiah. Sebenarnya, Long dan Short keduanya memberi peluang kita untuk mendapatkan keuntungan dari pasar yang naik maupun turun.

Contoh nyata, bulan lalu saya melihat berita bahwa sebuah perusahaan menunjukkan kinerja yang membaik. Saya memutuskan untuk Long saham perusahaan tersebut sebanyak 100 lembar di harga 350 rupiah, dengan modal 35.000 rupiah. Ketika investor lain juga mengetahui berita ini, harga melonjak ke 400 rupiah, dan saya bisa menjualnya dengan keuntungan 5.000 rupiah. Itu adalah keberhasilan melakukan Long.

Dalam kesempatan lain, saya mendengar rumor adanya masalah dengan rantai pasok. Saya kemudian melakukan Short saham perusahaan lain sebanyak 100 lembar di harga 350 rupiah, mendapatkan uang 35.000 rupiah. Ketika rumor terbukti benar, harga turun ke 300 rupiah, saya membeli kembali dan kehilangan 30.000 rupiah. Saya menutup posisi Short dan mendapatkan keuntungan 5.000 rupiah juga.

Pelajaran yang saya ambil adalah bahwa Long dan Short hanya berbeda arah, tetapi mekanisme meraih keuntungan mirip—beli/jual di satu harga, lalu tutup posisi di harga lain. Yang penting adalah memprediksi arah harga dengan benar, baik itu Long maupun Short.

Instrumen ini lebih banyak digunakan pada derivatif dan CFD. Di pasar saham biasa, Short memiliki batasan, tetapi dengan teknologi saat ini, trader dapat melakukan Long dan Short dengan mudah. Hanya saja, harus diingat bahwa risiko selalu ada.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar