Belakangan ini saat saya mengatur catatan perdagangan, saya teringat lagi tentang rangkaian Fibonacci ini. Sebenarnya banyak orang yang merasa familiar sekaligus asing dengan indikator ini, tahu bahwa itu penting tetapi tidak terlalu tahu cara menggunakannya. Saya akan berbagi pemahaman saya sendiri.



Deret Fibonacci secara sederhana adalah rangkaian angka: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144… setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya. Terlihat sederhana, tetapi deret ini memiliki aplikasi ajaib di alam dan pasar keuangan.

Mengapa ini begitu ajaib? Karena ketika kamu membagi angka dalam deret ini dengan angka sebelumnya, kamu akan menemukan sebuah pola—rasio mendekati 1.618. Misalnya 1597 ÷ 987 ≈ 1.618, 610 ÷ 377 juga ≈ 1.618. Rasio 1.618 ini dikenal sebagai Rasio Emas, juga disebut sebagai pembagian emas. Sebaliknya, sebuah angka dibagi dengan angka di posisi berikutnya akan menghasilkan sekitar 0.618, ini adalah kebalikan dari 1.618. Ada juga rasio 0.382, yang diperoleh dari membagi sebuah angka dengan angka di posisi ketiga setelahnya. Rasio-rasio ini—1.618, 0.618, 0.382—menjadi dasar alat paling kuat yang dimiliki trader.

Dalam trading nyata, garis retracement Fibonacci (juga disebut garis pembagian emas) paling sering digunakan. Ini membantu kamu menemukan level support dan resistance dari harga aset. Misalnya harga emas naik dari 1681 ke 1807.93, kamu bisa menggambar garis retracement dari dua titik ini. Berdasarkan rasio emas, level retracement yang mungkin adalah: 23.6% di 1777.97 dolar, 38.2% di 1759.44 dolar, 50% di 1744.47 dolar, 61.8% di 1729.49 dolar, dan 78.6% di 1708.16 dolar.

Cara saya sendiri adalah seperti ini: saat tren naik besar mulai koreksi, saya mencari level Fibonacci dari bawah ke atas. Jika harga rebound di level 61.8%, biasanya ini akan menjadi support, dan ini bisa menjadi titik beli yang bagus. Sebaliknya, dalam tren turun, dari puncak ke bawah, level-level ini menjadi resistance. Kuncinya adalah menggabungkan indikator teknikal lain untuk konfirmasi, jangan hanya bergantung pada Fibonacci saja.

Ada juga penggunaan lanjutan yang disebut Fibonacci extension, yang digunakan untuk memprediksi target harga di masa depan. Jika garis retracement membantu kamu menemukan titik masuk, garis ekstensi membantu menentukan kapan saatnya keluar. Level ekstensi umum adalah 100%, 161.8%, 200%, 261.8%. Dalam tren naik, tentukan tiga titik penting (titik rendah, titik tinggi, dan titik retracement), lalu pasang order beli di titik retracement, dan prediksi posisi ekstensi yang mungkin dicapai adalah target kamu.

Sejujurnya, deret Fibonacci sangat populer dalam trading karena pasar peserta juga menggunakannya. Ini menciptakan semacam ramalan yang menjadi kenyataan—semakin banyak orang menempatkan order di level-level ini, semakin besar kemungkinan level tersebut menjadi support atau resistance nyata. Jadi, daripada menganggap ini sebagai hukum alam yang ajaib, lebih tepat disebut sebagai posisi psikologis yang disetujui secara kolektif oleh trader.

Saran terakhir adalah gunakan Fibonacci sebagai alat bantu, jangan terlalu percaya diri. Gabungkan dengan analisis tren, pola candlestick, indikator lain, hasilnya akan lebih baik. Kalau belum pernah coba, latihan di akun demo untuk merasakan bagaimana rasio emas ini tampil di berbagai pasar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar