Apakah Anda pernah berhenti memikirkan bagaimana sebuah julukan menjadi fenomena budaya? Memang, 'kakek dari havan' adalah tepat itu. Apa yang dimulai sebagai lelucon di media sosial berubah menjadi salah satu strategi pemasaran paling efektif yang pernah saya lihat terjadi di sini.



Luciano Hang adalah orang di balik semua ini. Lahir di Brusque, Santa Catarina, pada tahun 1962, dia tumbuh di lingkungan di mana kewirausahaan bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Anak dari pekerja sektor tekstil, Hang menghadapi disleksia di masa kecil dan belajar membaca dan menulis lebih lambat dari kebanyakan orang. Tapi itu tidak menghentikannya. Ia belajar Pemrosesan Data dan, pada usia 21 tahun, sudah menjadi pemilik sebuah pabrik tekstil.

Havan didirikan pada tahun 1986 sebagai toko kecil kain, hasil kemitraan antara Hang dan Vanderlei de Lima. Nama tersebut berasal dari gabungan keduanya. Tapi Hang memiliki visi yang lebih besar. Ia membeli saham dari mitranya dan mengubah bisnis menjadi jaringan department store yang hari ini memiliki ratusan toko tersebar di seluruh Brasil.

Yang menarik perhatian adalah gaya toko-tokonya. Replika Rumah Putih, patung Liberty... hampir tidak mungkin masuk ke Havan dan tidak merasa berada di tempat yang berbeda. Ini menjadi ciri khas. Pada tahun 2017, ketika jaringan mencapai 100 toko, modelnya sudah mapan.

Sekarang, bagian yang paling menarik: kekayaannya. Perkiraan menunjukkan bahwa Luciano Hang mengumpulkan sekitar 3,2 miliar dolar AS. Sebagian besar berasal dari Havan, tetapi dia juga berinvestasi di pusat perbelanjaan, energi, dan media. Anehnya, meskipun pendapatannya sangat besar, perusahaan ini tidak pernah go public di bursa saham. Pada tahun 2021, nilainya diperkirakan sekitar R$ 45 miliar, tetapi IPO-nya tidak pernah terealisasi.

Tapi yang benar-benar menempatkannya di mulut orang banyak adalah kehadirannya di media sosial. Sejak 2017, Hang mulai muncul dalam kampanye mereknya sendiri, dalam video, dan di situlah lahir julukan 'kakek dari havan'. Julukan yang awalnya bersifat kritis ini berubah menjadi emas murni dari segi pemasaran. Orang ini cepat menyadari bahwa itu berhasil dan memanfaatkan gelombang tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hang juga mendapatkan visibilitas karena posisi politiknya. Dukungan publik terhadap calon, pernyataan kontroversial, keterlibatan dalam debat publik. Ini semakin memperkuat figur dia di masyarakat Brasil.

Yang membuat saya terkesan adalah bagaimana seorang anak dengan disleksia, anak dari penenun, mengubah sebuah toko kecil regional menjadi ikon ritel Brasil. Lebih dari tiga dekade kemudian, 'kakek dari havan' berhenti menjadi sekadar julukan dan menjadi bagian dari identitas budaya negara. Terlepas dari pendapat tentang tokoh ini, perjalanan bisnisnya tidak diragukan lagi sangat berpengaruh.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar