Belakangan ini saya melihat banyak pemula terjebak di komunitas investasi, baru menyadari bahwa banyak orang sama sekali tidak tahu bahwa mereka telah menjadi "bawang merah" di pasar saham. Ceritanya agak menyakitkan, tapi ini memang fenomena paling umum di pasar.



Pertama, mari kita bahas mengapa ada istilah "bawang merah" ini. Bawang merah ini adalah sayuran yang tumbuh cepat dan memiliki daya tahan yang kuat, bisa dipanen berulang kali dan tetap tumbuh lagi. Dalam dunia keuangan, metafora ini digunakan untuk menggambarkan para investor ritel yang sering mengalami kerugian dalam perdagangan, tetapi terus masuk ke pasar berulang kali. Setelah satu kali dipangkas, muncul investor baru lagi, dan siklus ini terus berulang. Terutama di pasar saham Taiwan, saat ini mereka juga sering bercanda tentang semangat "bawang saham" ini.

Apakah kamu menyadari bahwa dirimu memiliki ciri-ciri ini? Misalnya, melihat orang lain mendapatkan keuntungan lalu ikut-ikutan membeli tanpa punya penilaian sendiri. Atau setelah membeli dan harga turun, buru-buru menjual, lalu saat harga naik lagi menyesal tidak membeli lebih banyak. Ada juga situasi yang paling menyakitkan, yaitu kamu membeli saat harga turun, tapi langsung turun lagi, atau menjual saat harga naik, lalu harga malah melonjak. Ini adalah contoh manipulasi emosi pasar yang paling umum.

Metode memanen "bawang" di pasar sangat beragam. Yang paling klasik adalah "menarik harga naik lalu menjual," di mana bandar secara diam-diam menempatkan posisi di harga rendah, lalu melalui pembelian dan penjualan sendiri untuk mengerek harga saham, sekaligus mempromosikan berita positif secara besar-besaran di media sosial. Investor ritel yang takut ketinggalan (FOMO) pun terburu-buru masuk, dan setelah bandar selesai memindahkan posisi, mereka langsung menjual, sehingga menjadi korban penyerahan. Ada juga yang lebih parah, yaitu "killing the pig" (menghancurkan), di mana penipu menyamar sebagai mentor otoritatif, memposting screenshot keuntungan palsu, lalu setelah menarik dana dari investor, mereka kabur.

Saya menemukan bahwa banyak "bawang saham" memiliki satu kesamaan, yaitu kurangnya pemikiran rasional dan metode investasi sendiri. Mereka percaya buta pada analisis para ahli, tanpa memverifikasi apakah analisis tersebut masuk akal. Buffett pernah berkata sesuatu yang sangat saya setujui: "Ketika orang lain serakah, saya takut; ketika orang lain takut, saya serakah." Tapi kebanyakan investor ritel justru sebaliknya.

Untuk menghindari menjadi "bawang saham," langkah pertama adalah membentuk metode investasi sendiri. Banyak dengarkan, banyak pikir, banyak observasi, lalu buat keputusan sendiri. Selain itu, harus memiliki mental yang kuat dan tidak terpengaruh oleh emosi pasar. Langkah kedua adalah belajar untuk mengambil keuntungan dan menghentikan kerugian. Banyak orang saat mendapatkan keuntungan ingin lebih banyak, saat rugi malah keras kepala, dan akhirnya kerugiannya semakin besar. Kamu bisa menetapkan batas keuntungan 30%, dan jika sudah tercapai, segera keluar. Jika kerugian mencapai persentase tertentu, juga harus berani cut loss.

Langkah ketiga adalah diversifikasi investasi, jangan menaruh semua telur di satu keranjang. Kamu juga bisa belajar melakukan trading posisi panjang dan pendek, agar tetap bisa memanfaatkan peluang saat pasar turun. Langkah keempat sangat penting, yaitu mendapatkan informasi pasar secara tepat waktu, menggabungkan analisis teknikal dan fundamental. Banyak investor ritel hanya fokus pada analisis teknikal dan mengabaikan fundamental, sehingga jika kurang hati-hati bisa melewatkan berita penting. Langkah kelima adalah memilih platform investasi yang legal dan sesuai regulasi, jangan percaya saran dari mentor yang tidak jelas asal-usulnya, dan jangan menaruh uang di platform kecil yang tidak diawasi.

Sejujurnya, untuk benar-benar menghindari dipangkas "bawang," kamu harus terus belajar dan berlatih. Jika sudah mengalami kerugian, yang terpenting adalah memperbaiki mental, melakukan review transaksi, dan menemukan masalah yang ada. Jalan investasi tidak ada jalan pintas, tapi dengan menguasai metode-metode ini, setidaknya risiko tertangkap dan dipanen bisa dikurangi secara signifikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar