Saat melakukan trading saat ini, masalah terbesar adalah menemukan titik balik yang tepat harga bergerak sangat banyak, tetapi sulit untuk mengetahui titik mana yang akan mengubah arah. Jika masuk terlalu cepat mungkin kehilangan pendapatan, jika masuk terlambat mungkin kehilangan peluang. Inilah alasan mengapa banyak orang mencari metode yang lebih akurat untuk mengonfirmasi titik balik.



Faktanya adalah, trader profesional tidak menebak. Mereka menggunakan Divergence, yaitu teknik yang mencari ketidaksesuaian antara harga dan momentum. Ketika harga mencapai tertinggi baru tetapi indikator tidak mengonfirmasi, itu adalah sinyal bahaya untuk kenaikan lebih lanjut dan merupakan titik balik yang relatif aman.

RSI adalah indikator pertama yang sering digunakan. Ia menunjukkan nilai antara 0 hingga 100, biasanya kita melihat Overbought (di atas 70) dan Oversold (di bawah 30). Tetapi masalahnya, dalam pasar yang tren kuat, RSI bisa menunjukkan Overbought terus-menerus sehingga kita bisa menjual saat harga masih naik. Cara yang lebih baik adalah melihat RSI Divergence, yaitu ketika harga mencapai tertinggi baru tetapi RSI tidak mencapai tertinggi baru, itu adalah sinyal bahwa harga mungkin akan berbalik turun. Sebaliknya, ketika harga mencapai terendah baru tetapi RSI tidak mencapai terendah baru, itu adalah sinyal bahwa titik balik ke atas mungkin akan terjadi.

MACD adalah indikator lain yang populer dan sangat berguna. Ia menunjukkan tren dan momentum. Biasanya kita melihat Histogram, yang menunjukkan perbedaan antara MACD dan garis sinyal. Ketika harga terus naik tetapi Histogram menurun, itu adalah sinyal bahwa momentum melemah. Ketika harga mencapai tertinggi baru tetapi Histogram tidak setinggi sebelumnya, itu adalah Divergence Bearish yang menandakan titik balik ke bawah. Sebaliknya, dalam tren turun, ketika harga mencapai terendah baru tetapi Histogram tidak mencapai terendah sebelumnya, itu adalah Divergence Bullish yang menandakan kemungkinan pembalikan ke atas.

OBV adalah indikator volume perdagangan. Seringkali harga naik tetapi OBV menurun, itu berarti ada yang mulai menjual, yang menjadi peringatan bahwa kenaikan ini tidak stabil. Sebaliknya, ketika harga turun tetapi OBV naik, itu berarti ada yang mulai membeli kembali, menunjukkan bahwa titik balik ke atas mungkin sudah dekat.

Menggabungkan ketiga indikator ini akan membantu kita melihat titik balik dengan lebih jelas, tanpa harus menebak atau bergantung pada berita. Cukup dengan melihat ketidaksesuaian antara harga dan indikator saja.

Jika ingin mencoba menggunakan teknik ini secara nyata, ada banyak platform trading yang menawarkan percobaan gratis, seperti MiTrade yang memiliki akun demo dengan grafik real-time dan alat analisis lengkap, memungkinkan latihan dengan berbagai indikator tanpa risiko. Ini adalah cara yang baik untuk belajar sebelum menggunakan uang asli.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar