Sedang melihat pergerakan Dolar Australia akhir-akhir ini dan sebenarnya ada pola menarik yang muncul jika Anda memperbesar grafiknya. AUD telah mengalami perjalanan yang liar selama beberapa dekade terakhir - dari puncak ledakan pertambangan sebesar 110 poin pada tahun 2011 hingga turun tajam ke 58 selama COVID. Saat ini kita berada di sekitar 68 poin per pertengahan 2024, dan pertanyaan yang diajukan semua orang adalah apakah AUD akan menguat dari sini.



Inilah yang menarik perhatian saya: pasangan AUD/USD adalah salah satu pasangan mata uang paling likuid di luar sana, menguasai sekitar 6% dari volume forex total. Likuiditas ini penting karena berarti spread yang lebih ketat dan masuk/keluar yang lebih mudah bagi trader. Tapi pertanyaan utama adalah arah - apakah dolar Australia akan menguat atau terus berjuang?

Melihat aksi harga terbaru, AUD/USD menghabiskan sebagian besar tahun 2024 dalam kisaran antara 0,64 dan 0,68, yang sebenarnya cukup ketat. Pasangan ini mencapai titik terendah di 0,61 pada Oktober 2023 sebelum pulih. Yang menarik adalah ekonomi Australia sangat bergantung pada komoditas, jadi harga bijih besi adalah nyawa dari kekuatan AUD. Ketika permintaan China melemah, AUD langsung merasakan dampaknya.

Cerita suku bunga sama pentingnya. RBA telah mengelola suku bunga sementara The Fed menjaga suku bunga mereka tetap tinggi sepanjang 2023-2024. Perbedaan suku bunga ini dulu menjadi pendorong besar untuk carry trade, tetapi jaraknya semakin menyempit. Jika RBA perlu memotong suku bunga sementara bank sentral lain tetap stabil, itu bisa memberi tekanan pada kekuatan AUD ke depan.

Sekarang, melihat prediksi dari institusi besar untuk beberapa tahun ke depan, ada cukup banyak perbedaan pendapat. Westpac memperkirakan AUD/USD akan bergerak ke kisaran 0,68-0,71 di 2025, sementara NAB lebih optimis di 0,75-0,78. Tapi ada juga prediksi bearish yang memperkirakan akan kembali ke level 0,62-0,65. Itu spread yang cukup lebar dalam ekspektasi, yang menunjukkan ketidakpastian di sini.

Untuk AUD/JPY, situasinya menjadi menarik di 2024 - pasangan ini melonjak dari 96 ke 108 sebelum kembali ke 97 pada September. Itu didorong oleh kelemahan yen saat Jepang mengalami resesi teknis. Tapi yang perlu diperhatikan: meskipun Jepang mengakhiri kebijakan suku bunga negatifnya pada Maret 2024, yen masih kesulitan pulih. Itu adalah masalah struktural yang perlu dipantau.

EUR/AUD adalah yang paling stabil dari ketiganya, hanya bergerak sideways di kisaran 1,62-1,63 selama sebagian besar 2024. Tidak banyak drama di sana mengingat Eurozone dan Australia memiliki perubahan kebijakan yang relatif tenang.

Jadi, akankah AUD menguat? Jujur saja, itu tergantung pada beberapa hal: harga komoditas (terutama bijih besi), trajektori ekonomi China, dan jalur kebijakan RBA versus bank sentral lain. Jika komoditas rebound dan China stabil, ada peluang untuk apresiasi AUD. Tapi jika kita melihat pertumbuhan global melambat atau Fed tetap restriktif sementara RBA memotong, maka dolar Australia bisa menghadapi hambatan.

Faktor utama yang saya pantau adalah data ekonomi Australia, sinyal kebijakan RBA, dan tren harga komoditas. Isu geopolitik juga penting - gangguan dalam aliran perdagangan akan memukul AUD keras. Untuk trader, pasangan mata uang utama seperti AUD/USD menawarkan likuiditas yang baik, tapi Anda benar-benar perlu memahami dinamika komoditas dan suku bunga yang mendorongnya. Manajemen risiko sangat penting di sini - baik Anda bullish maupun bearish terhadap dolar Australia, selalu gunakan stop-loss dan sesuaikan ukuran posisi Anda. Pasar forex bisa bergerak cepat, dan pasangan AUD tidak terkecuali.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar