Jika trader yang suka analisis ingin memahami pasar lebih dalam, teori Wyckoff Logic seharusnya menjadi sesuatu yang tidak boleh dilewatkan karena membantu Anda memprediksi arah dan ukuran pergerakan harga dari trading dalam kerangka atau sideways secara nyata



Teori Wyckoff Logic berasal dari studi Richard D. Wyckoff, pelopor analisis teknikal di awal abad ke-20. Dia menemukan bahwa tren harga saham didorong terutama oleh institusi dan pelaku besar. Mereka mengendalikan harga demi keuntungan mereka sendiri. Ketika Wyckoff berusia 15 tahun, dia mulai bekerja sebagai manajer saham, dan pada usia 20 tahun, dia menjadi kepala perusahaan sendiri. Selain itu, dia juga mendirikan dan menjadi editor majalah "The Magazine of Wall Street" selama hampir dua dekade. Dari pengalaman ini, Wyckoff mengamati bahwa banyak investor ritel sering tertipu berulang kali. Maka dari itu, dia mengabdikan diri mengajarkan masyarakat tentang aturan asli permainan yang dimainkan oleh kelompok kepentingan besar

Saat ini, teori Wyckoff Logic diterapkan di berbagai pasar seperti pasar saham, pasar kripto, pasar futures, dan pasar forex dalam berbagai kerangka waktu, termasuk harian, mingguan, dan bulanan karena fokusnya pada struktur harga dan kekuatan di baliknya

Siklus harga Wyckoff Logic bekerja dengan menganalisis penawaran dan permintaan melalui studi pergerakan harga, volume, dan waktu. Wyckoff mengamati aktivitas investor besar yang sangat sukses, kemudian dapat memecahkan niat mereka di masa depan menggunakan grafik batang (candlestick) dan grafik angka (point and figure). Waktu masuk beli adalah akhir dari persiapan kenaikan harga atau pasar bullish, sedangkan waktu masuk jual adalah akhir dari persiapan penurunan harga

5 prinsip utama Wyckoff Logic yang perlu diketahui adalah

Prinsip pertama: Menentukan posisi pasar saat ini dan tren di masa depan. Pasar sedang menyesuaikan diri atau memiliki tren. Analisis struktur pasar, penawaran dan permintaan membantu melihat arah yang kemungkinan besar terjadi di masa depan

Prinsip kedua: Memilih saham yang sesuai dengan tren. Dalam tren naik, pilih saham yang lebih kuat dari pasar. Dalam tren turun, pilih saham yang lebih lemah dari pasar

Prinsip ketiga: Memilih saham yang memiliki sebab sama dengan atau melebihi target minimum Anda. Komponen penting dari Wyckoff Logic adalah mengidentifikasi target harga menggunakan grafik Point and Figure (P&F) atau grafik tanpa memperhatikan waktu. Sebab dapat diukur dari penghitungan titik horizontal di grafik, sedangkan dampaknya adalah jarak pergerakan harga

Prinsip keempat: Menentukan kesiapan saham untuk bergerak. Menggunakan pengujian pembelian dan penjualan dalam sembilan cara yang spesifik. Pengujian ini menunjukkan waktu akhir dari periode trading, yang merupakan sinyal awal tren baru

Prinsip kelima: Menyesuaikan waktu investasi dengan perubahan indeks pasar. Prinsip Wyckoff Logic membantu memprediksi perubahan yang mungkin terjadi di pasar, termasuk perubahan karakteristik pergerakan harga

3 aturan utama Wyckoff Logic yang harus diketahui adalah

Aturan pertama: Aturan penawaran dan permintaan. Ketika permintaan lebih besar dari penawaran, harga akan naik. Ketika penawaran lebih besar dari permintaan, harga akan turun. Trader dapat mempelajari keseimbangan antara penawaran dan permintaan dengan membandingkan grafik harga, volume, dan reaksi selama periode tertentu

Aturan kedua: Aturan sebab dan akibat. Sebab dari Wyckoff Logic dapat diukur dari penghitungan titik horizontal di grafik point and figure. Dampaknya adalah jarak pergerakan harga yang sesuai dengan penghitungan titik tersebut. Fungsi aturan ini mirip kekuatan akumulasi atau distribusi dalam periode trading

Aturan ketiga: Aturan usaha versus hasil. Perbedaan antara volume dan harga sering menjadi sinyal perubahan arah tren harga. Ketika ada batang harga dengan volume tinggi tetapi rentang harga sempit setelah kenaikan besar, harga tidak mampu mencapai titik tertinggi baru. Ini menunjukkan adanya kelompok kepentingan besar yang sedang menjual

Siklus Wyckoff Logic terdiri dari dua fase utama, yaitu fase akumulasi dan fase distribusi

Fase akumulasi adalah periode di mana investor mulai mengakumulasi aset pada harga rendah, dibagi menjadi fase A, akumulasi diam-diam, dan fase B, kenaikan harga. Pada fase A, volume perdagangan menurun, rentang harga menyempit. Yang penting adalah terjadinya Spring atau Shakeout, yaitu penurunan harga lalu berbalik naik. Pada fase B, permintaan mulai melebihi penawaran, harga naik, volume meningkat. Sinyal utama adalah munculnya Sign of Strength (SOS) atau kenaikan harga cepat dengan volume tinggi

Fase distribusi adalah periode di mana investor menjual aset yang telah mereka akumulasi, dibagi menjadi fase C, distribusi; fase D, penurunan harga; dan fase E, akumulasi ulang. Pada fase C, pelaku besar menjual ke investor ritel, volume meningkat, harga bergerak dalam kerangka sempit. Yang perlu diperhatikan adalah munculnya Upthrust atau lonjakan lalu kembali turun. Pada fase D, penawaran lebih besar dari permintaan, harga turun. Sinyal utama adalah Sign of Weakness (SOW) atau penurunan harga cepat. Pada fase E, harga mulai stabil, volume menurun, menandai awal akumulasi baru

Trader profesional banyak menggunakan teori Wyckoff Logic karena dapat diterapkan dalam analisis pasar keuangan yang beragam. Ketika digabungkan dengan disiplin trading masing-masing, ini membantu investor membuat keputusan beli dan jual tanpa terpengaruh emosi. Dengan menerapkan pendekatan Wyckoff Logic, investor dapat berinvestasi di pasar saham, emas, forex, dan kripto secara rasional
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar