Saya baru saja menerima pertanyaan dari beberapa trader baru tentang apa itu margin call dan mengapa margin call terjadi saat trading leverage. Ini adalah masalah yang cukup penting sehingga saya ingin berbagi kembali kepada semua orang.



Sederhananya, apa itu margin call? Itu adalah kondisi ketika saldo margin akun Anda turun ke tingkat rasio margin pemeliharaan yang ditetapkan oleh perusahaan broker. Ketika terjadi margin call, Anda akan menerima peringatan dan harus menutup posisi, jika tidak, platform akan secara otomatis melikuidasi posisi Anda.

Sebenarnya, margin adalah sebuah pinjaman yang disediakan oleh perusahaan broker agar Anda dapat melakukan trading dengan jumlah uang yang lebih besar dari modal asli Anda. Tapi harganya adalah risiko juga meningkat. Ketika Anda trading dengan leverage tinggi (misalnya 1:10 atau 1:20), sedikit fluktuasi harga dapat menyebabkan akun Anda mencapai batas margin call dengan sangat cepat.

Kapan terjadi margin call? Rumus perhitungannya cukup sederhana: Nilai akun = Nilai pinjaman margin dibagi dengan (1 dikurangi rasio margin pemeliharaan). Atau Anda bisa menghitung: Nilai tersisa dibagi dengan nilai transaksi awal, jika hasilnya kurang dari atau sama dengan rasio pemeliharaan, maka akan terjadi margin call.

Saya ambil contoh nyata: Anda membeli 10 lot saham Apple di harga 145 USD dengan leverage 1:10. Saat itu, akun Anda akan terkena margin call jika harga Apple turun sekitar ke 137,3 USD. Jadi, jika ingin aman, Anda perlu menjaga harga di atas level ini.

Bagaimana cara mengatasi saat terkena margin call? Saya melihat ada tiga cara utama. Pertama adalah menambah dana ke akun untuk meningkatkan ekuitas, tetapi cara ini berisiko jika tren harga terus berbalik arah. Kedua adalah menutup posisi langsung agar terhindar dari likuidasi dengan kerugian yang lebih dalam. Ketiga adalah mengurangi ukuran posisi (jual sebagian) jika Anda masih percaya pada tren tersebut.

Apa yang harus dihindari? Saya lihat banyak trader baru sering menggunakan margin untuk rata-rata kerugian saat terkena margin call, itu adalah kesalahan besar. Melakukan hal itu hanya akan memperbesar kerugian saja.

Untuk menghindari margin call, Anda bisa menerapkan beberapa langkah. Pertama, selalu pasang stop loss saat membuka posisi. Kedua, jika Anda baru terjun ke pasar, lakukan trading dengan margin rendah agar punya waktu untuk mengatasi saat harga bergerak berlawanan. Ketiga, jaga ekuitas cukup besar untuk menahan fluktuasi pasar yang ekstrem. Terakhir, jangan membuka terlalu banyak posisi sekaligus, cukup 1-2 posisi agar mudah dipantau.

Ngomong-ngomong, jika Anda tidak ingin khawatir tentang apa itu margin call atau terlikuidasi posisi, Anda bisa memilih trading tanpa leverage (rasio 1:1) di platform seperti Mitrade dengan biaya komisi 0 dan biaya semalam 0. Cara ini cocok untuk mereka yang ingin memegang aset jangka panjang.

Kesimpulannya, margin call sebenarnya adalah mekanisme perlindungan dari platform trading, tetapi juga merupakan sinyal peringatan risiko bagi trader. Anda perlu memahami bagaimana cara kerjanya, kapan margin call terjadi, dan cara mengatasinya secara tepat untuk melindungi akun Anda. Pastikan memiliki pengetahuan yang cukup sebelum menggunakan margin.
ABBV-0,41%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan