Belakangan ini saya sedang melihat tren poundsterling, ada satu pertanyaan yang layak dipikirkan: berapa lama lagi poundsterling akan terus jatuh?



Kalau diingat-ingat, poundsterling memang mengalami banyak gejolak dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2015, masih di posisi tinggi sekitar 1.53, tiba-tiba pada tahun 2016 saat referendum Brexit, langsung jatuh ke sekitar 1.22 di malam hari, momen itu membuat pasar global menyadari betapa sensitifnya poundsterling. Kemudian pandemi 2020, dan bencana "anggaran mini" Truss tahun 2022, poundsterling bahkan sempat anjlok ke level terendah sejarah di 1.03. Kalau kamu mulai memegang investasi dalam pound sejak 2015, pengalaman beberapa tahun ini memang tidak terlalu menyenangkan.

Tapi ada perubahan yang sangat menarik di sini. Sejak akhir tahun lalu, ekspektasi pasar mulai berubah. AS mulai memasuki siklus penurunan suku bunga, sementara Bank of England justru mempertahankan suku bunga tinggi. "Ketidaksesuaian kebijakan" ini sebenarnya menguntungkan poundsterling. Dana mulai mengalir kembali ke aset pound, nilai tukar perlahan naik dari dasar, sekarang berfluktuasi sekitar 1.26.

Saya mengamati tren poundsterling ini sebenarnya memiliki beberapa logika yang cukup jelas. Pertama, begitu ketidakpastian politik muncul, pound langsung turun duluan. Brexit, isu kemerdekaan Skotlandia, pasar paling takut dengan ketidakpastian semacam ini. Kedua, saat AS menaikkan suku bunga, biasanya pound melemah, tapi sekarang situasinya berbalik. Ketiga, kebijakan Bank of England dan data ketenagakerjaan, kalau datanya bagus dan sikap bank menjadi lebih hawkish, pound akan rebound.

Melihat ke depan, kunci dari pergerakan pound terletak pada beberapa faktor. Inflasi Inggris masih sekitar 3.2%, bank akan terus mempertahankan suku bunga tinggi. Tingkat pengangguran stabil di 4.1%, kenaikan gaji yang kuat, semua ini mendukung. Sebaliknya, AS sudah mulai menurunkan suku bunga, diperkirakan semester kedua akan turun 75 sampai 100 basis poin. Selisih suku bunga ini akan terus mendukung pound.

Jadi, kapan pound akan rebound dari penurunan? Menurut saya, jika AS terus menurunkan suku bunga sementara Inggris tetap tinggi, pound berpotensi kembali ke 1.30, bahkan menantang 1.35. Tapi risiko juga jelas ada, begitu data ekonomi Inggris memburuk dan bank terpaksa mempercepat penurunan suku bunga, pound bisa kembali menguji 1.20 bahkan lebih rendah.

Kalau mau trading pound, sebaiknya pilih pasar silang di Eropa dan Asia, terutama dari sesi pembukaan London sampai sebelum pasar AS buka, karena volatilitasnya paling besar. Saat pengumuman keputusan bank, data GDP, dan data penting lainnya, harus lebih waspada.

Kalau kamu percaya bahwa pound akan menguat di masa depan, bisa pertimbangkan untuk posisi long. Tentu saja, harus pasang stop loss dan kontrol risiko. Pound yang sangat volatil ini berbahaya kalau tidak dilindungi stop loss. Beberapa platform trading menyediakan leverage dan kondisi trading yang fleksibel, memungkinkan kamu menangkap tren dalam waktu singkat, tapi syarat utamanya adalah punya pemahaman yang jelas tentang manajemen risiko.

Secara keseluruhan, pound saat ini berada di titik balik. Ketidaksesuaian kebijakan, selisih suku bunga yang melebar, tren de-dolarisasi global, semua ini menciptakan peluang kenaikan untuk pound. Tapi, apakah fundamental ekonomi Inggris mampu menopang, dan apakah risiko politik akan muncul lagi, itu semua variabel kunci. Terus pantau kebijakan dan data ekonomi dari Inggris dan AS, karena itu akan lebih memberi keunggulan dibanding hanya mengandalkan grafik teknikal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar