Belakangan ini, mereka yang memantau pergerakan yen pasti bisa merasakan bahwa tren depresiasi yen ini cukup tajam. Dari awal tahun hingga sekarang, dolar AS terhadap yen berfluktuasi antara 152 hingga 160, dan nilai tukar efektif nyata bahkan mencatat level terendah dalam hampir 53 tahun. Menariknya, logika di balik ini sebenarnya cukup kompleks, tidak hanya soal kebijakan bank sentral.



Pertama, yang paling langsung terlihat—selisih suku bunga AS-Jepang. Suku bunga AS tetap tinggi, sementara Bank of Japan (BOJ) cenderung lebih konservatif dalam menaikkan suku bunga. Hal ini menyebabkan aktivitas arbitrase tetap aktif, di mana banyak yang meminjam yen dengan suku bunga rendah untuk berinvestasi di aset dolar AS yang berimbal tinggi. Selama selisih ini ada, yen akan terus mengalami tekanan jual. Ditambah lagi, pemerintah Jepang yang baru meluncurkan stimulus fiskal besar-besaran, penerbitan obligasi meningkat, dan risiko defisit membesar, sehingga kepercayaan pasar terhadap Jepang semakin menurun.

Namun, yang paling berpengaruh mungkin adalah situasi di Timur Tengah. Jepang sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah, dan penyekatan Selat Hormuz secara langsung mengancam keamanan energi. Meski Jepang memiliki cadangan strategis selama 250 hari, harga minyak yang tetap tinggi akan menaikkan biaya impor dan memperbesar defisit perdagangan. Inilah sebabnya mengapa BOJ memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga pada rapat April—risiko dari Timur Tengah terlalu besar, sehingga langkah kenaikan suku bunga harus ditunda.

Mengenai kebijakan bank sentral, ini memang inti dari pemahaman tren yen. Sejak berakhirnya suku bunga negatif pada 2024, BOJ menjalani perjalanan yang cukup berliku. Pada Januari 2025, suku bunga dinaikkan menjadi 0,5%, dan pada Desember berikutnya naik lagi menjadi 0,75%, mencatat level tertinggi dalam 30 tahun. Tapi masalahnya sekarang, apakah kecepatan kenaikan suku bunga ini bisa mengikuti? Pasar saat ini memfokuskan perhatian pada rapat Juni, dengan prediksi peluang kenaikan suku bunga sudah mencapai 76%. Jika benar-benar naik ke 1,0% di Juni, selisih suku bunga AS-Jepang akan menyempit, berpotensi menarik arus arbritase kembali, yang bisa menjadi titik balik bagi pergerakan yen.

Mengenai prospek yen ke depan, pandangan lembaga berbeda-beda. JP Morgan lebih pesimis, memperkirakan yen bisa turun ke 164 menjelang akhir tahun. Bank of France memperkirakan sekitar 160. Logika mereka hampir sama—sentimen risiko global diperkirakan tetap tinggi, permintaan arbitrase terus ada, dan Federal Reserve mungkin akan lebih hawkish dari ekspektasi, sehingga dalam jangka pendek dolar AS terhadap yen kemungkinan akan berfluktuasi di kisaran tinggi.

Namun, menurut saya pribadi, dalam jangka pendek fokusnya adalah pada kebijakan dan selisih suku bunga, sedangkan dalam jangka panjang, yang penting adalah reformasi struktural di Jepang. Yen benar-benar bisa bangkit kembali jika pertumbuhan ekonomi meningkat, dan upah serta harga bisa membentuk siklus yang sehat. Saat ini, konsumsi di Jepang masih relatif lemah, GDP sesekali mengalami pertumbuhan negatif, dan ini semua menjadi faktor pembatas bagi BOJ untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Jadi, kondisi saat ini adalah: dalam jangka pendek, yen kemungkinan akan berfluktuasi antara 152 hingga 160, dan titik balik utama mungkin terjadi pada Juni. Jika saat itu BOJ menaikkan suku bunga sesuai rencana, dan situasi di Timur Tengah mulai membaik, yen berpotensi rebound. Tapi secara jangka panjang, yen masih harus melewati jalan panjang untuk membalik tren penurunan ini.

Bagi yang ingin berpartisipasi dalam trading forex, bisa memperhatikan indikator ekonomi seperti CPI, GDP, PMI, serta pernyataan bank sentral dan situasi pasar internasional, karena ini bisa memberi gambaran kasar tentang tren yen. Yen juga memiliki atribut safe haven, dan dalam masa krisis biasanya akan dibeli, jadi ini faktor yang perlu diperhatikan. Jika ada kebutuhan perjalanan, bisa melakukan pembelian bertahap saat harga turun, dan investor harus menyesuaikan keputusan dengan toleransi risiko masing-masing, sebaiknya juga berkonsultasi dengan profesional jika perlu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar