Sebenarnya permintaan (demand) dan penawaran (supply) adalah dasar terpenting dari pergerakan harga di pasar, tidak peduli apakah itu saham, minyak, emas, atau bahkan aset digital. Segalanya bergantung pada kekuatan ini. Tapi apa itu demand dan bagaimana kita menggunakannya dalam trading, kita harus memahaminya secara mendalam.



Kapan harga saham naik, itu menunjukkan bahwa kekuatan beli (demand) lebih besar. Tapi jika harga turun tajam, itu menunjukkan bahwa kekuatan jual (supply) menang. Sederhana saja seperti itu. Tapi apa yang menyebabkan demand berubah ada banyak faktor, seperti berita tentang laporan keuangan, prediksi ekonomi, atau bahkan situasi politik.

Mari kita lihat contoh nyata. Saat terjadi ketegangan di Iran, harga minyak melonjak dengan cepat karena supply hilang dari pasar, tetapi demand tetap ada. Ini menyebabkan harga meledak. Ini disebut sebagai supply shock.

Dalam trading, kita harus memahami di titik mana keseimbangan demand dan supply berada. Jika harga terus-menerus membuat titik tertinggi baru, itu menunjukkan demand masih kuat. Sebaliknya, jika harga terus-menerus membuat titik terendah baru, itu menunjukkan bahwa supply masih memiliki kekuatan.

Teknik yang populer adalah menggunakan Demand Supply Zone, yaitu mencari momen ketika harga mulai kehilangan keseimbangan. Ketika harga melonjak tajam atau jatuh tajam lalu beristirahat dalam kerangka tertentu, itu adalah sinyal bahwa demand dan supply sedang bertempur.

Jika kita melihat candlestick, ketika muncul candlestick hijau (harga penutupan lebih tinggi dari pembukaan), itu menunjukkan demand menang dalam periode tersebut. Tapi jika muncul candlestick merah (harga penutupan lebih rendah dari pembukaan), itu menunjukkan supply menang. Jika muncul doji (candlestick yang pembuka dan penutupnya sama), itu adalah sinyal bahwa kedua kekuatan seimbang.

Trading dengan Demand Supply Zone ada dua cara: trading saat harga berbalik dan trading mengikuti tren lanjutan.

Untuk pembalikan naik (DBR), terjadi saat harga turun tajam dan mulai membentuk dasar. Ketika kekuatan beli kembali kuat, harga akan menembus breakout ke atas. Trader bisa masuk posisi di titik ini.

Sedangkan pembalikan turun (RBD) adalah kebalikannya. Harga naik tajam dan mulai membentuk dasar, lalu saat kekuatan jual kembali muncul, harga menembus breakout ke bawah.

Namun yang lebih umum adalah trading mengikuti tren. Ketika harga bergerak dalam satu arah, beristirahat sebentar, lalu melanjutkan ke arah yang sama, itu disebut RBR (trend naik berlanjut) atau DBD (trend turun berlanjut).

Memahami demand dan supply secara mendalam memerlukan latihan dari harga nyata di pasar. Cobalah lihat harga berbagai aset di Gate dan amati kekuatan mana yang menang. Semakin sering latihan, semakin jelas gambaran yang terlihat, dan pengambilan keputusan trading akan semakin akurat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar