Belakangan ini saya sedang memantau data pasar valuta asing, dan menemukan bahwa pasangan mata uang GBP/USD memang layak diperhatikan. Sebagai pasangan mata uang dengan volume perdagangan terbesar keempat di dunia, kombinasi poundsterling dan dolar AS selalu menjadi salah satu instrumen paling aktif di pasar.



Sejarah poundsterling sebenarnya cukup menarik. Mata uang ini sudah digunakan sejak abad pertengahan, lebih dari 700 tahun yang lalu. Ini adalah mata uang tertua yang masih ada di dunia saat ini, dan juga merupakan mata uang cadangan terbesar ketiga. Banyak orang tidak tahu bahwa posisi poundsterling dalam perdagangan internasional selalu stabil, sampai sekitar sepuluh tahun terakhir mulai menghadapi lebih banyak tantangan.

Jika Anda mengikuti ekonomi Inggris, pasti terkesan dengan Brexit. Referendum tahun 2016 benar-benar memberikan dampak besar pada GBP. Dalam waktu kurang dari satu tahun, poundsterling mengalami depresiasi lebih dari 17%. Jika dihitung dari tahun 2016 hingga titik terendah pada 2020, penurunannya bahkan mencapai 30%. Fluktuasi sebesar ini bagi trader adalah risiko sekaligus peluang.

Gelombang tersebut di tahun 2022 bahkan lebih hebat. Poundsterling sempat jatuh ke posisi terendah 1:1 dalam sejarah, mencatat depresiasi terburuk yang pernah ada. Penyebab krisis ini cukup kompleks—perang Rusia-Ukraina mendorong harga energi naik, ekonomi Inggris sendiri sedang mengalami resesi. Ditambah lagi dengan kesalahan kebijakan saat itu, situasinya menjadi sangat buruk. Dolar AS juga menguat pada saat yang sama, sehingga tekanan pada GBP/USD semakin besar.

Mengapa pasangan mata uang ini begitu populer? Utamanya karena ekonomi Inggris dan Amerika Serikat sama-sama kuat, pasar keuangan sangat likuid, dan volatilitasnya cukup tinggi. Ini berarti ada banyak peluang trading setiap hari. Jika Anda ingin trading GBP/USD, Anda perlu memahami beberapa faktor pendorong pasar utama.

Keputusan suku bunga Bank of England (BOE) langsung mempengaruhi kekuatan pound. Jika suku bunga naik, pound akan menguat; jika turun, pound akan melemah. Data inflasi juga sangat penting—inflasi tinggi akan mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya mendukung pound. Tingkat pengangguran, neraca perdagangan, GDP, dan indikator ekonomi lainnya juga mempengaruhi arah pasangan ini.

Dari analisis teknikal, tren GBP/USD akhir-akhir ini menunjukkan kecenderungan turun. Banyak analis memantau level support penting. Jika Anda ingin berpartisipasi di pasar ini, perlu mengikuti rilis data ekonomi Inggris dan AS secara ketat. Terutama selama periode overlap pasar Eropa dan Amerika (sekitar pukul 19:00-22:00 waktu London), volatilitas akan meningkat secara signifikan.

Bagi pemula, memahami GBP/USD tidak cukup hanya dari analisis teknikal. Anda perlu mengikuti data fundamental seperti pasar properti Inggris, data konsumsi, kebijakan bank sentral, dan lain-lain. Selain itu, juga penting memperhatikan langkah Federal Reserve, karena kekuatan dolar langsung menentukan performa pasangan ini.

Menariknya, sekitar 15% dari seluruh transaksi forex global melibatkan GBP/USD. Ini menunjukkan minat pasar terhadap pasangan mata uang ini sangat tinggi. Jika Anda ingin menemukan instrumen dengan volatilitas cukup besar dan likuiditas yang baik di pasar forex, GBP/USD memang pilihan yang bagus. Kuncinya adalah mengelola risiko dengan baik, karena volatilitas pasar ini cukup ekstrem.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar