Jika membahas tentang investasi, banyak orang mungkin hanya memandang berapa banyak keuntungan yang akan didapatkan, tetapi lupa bahwa ada risiko juga. Inilah mengapa rasio risiko-imbalan (risk reward ratio) adalah alat penting yang harus digunakan oleh trader profesional.



Apa sebenarnya itu? rasio risiko-imbalan adalah perbandingan antara risiko dan imbalan yang kita harapkan. Secara sederhana, yaitu ketika kita mempertaruhkan uang 1 rupiah, berapa banyak imbalan yang seharusnya kita terima kembali. Jika RR tinggi, menunjukkan bahwa investasi tersebut bernilai karena risikonya kecil tetapi peluang keuntungannya besar. Jika RR rendah, berarti risikonya besar tetapi keuntungannya sedikit.

Mengapa harus menggunakan rasio risiko-imbalan? Karena ini membantu kita membuat keputusan yang lebih baik. Bayangkan ada dua pilihan investasi, yang pertama diharapkan keuntungan 20% tetapi bisa kehilangan 50%, dan yang kedua diharapkan keuntungan 10% tetapi bisa kehilangan 5%. Terlihat yang pertama lebih baik, tetapi jika dihitung RR-nya, akan ditemukan bahwa yang kedua memiliki RR lebih tinggi, yaitu 2 dibandingkan 0.4, yang berarti yang kedua lebih menguntungkan.

Perhitungannya sangat mudah. Rumusnya adalah RR sama dengan (harga target dikurangi harga masuk) dibagi dengan (harga masuk dikurangi harga stop loss). Sebagai contoh, berinvestasi saham BTS dengan harga 7.45 rupiah, target harga 10.50 rupiah, dan stop loss di 4.50 rupiah, maka RR-nya adalah (10.50 dikurangi 7.45) dibagi dengan (7.45 dikurangi 4.50), yaitu 3.05 dibagi 2.95, sekitar 1.03. Ini berarti investasi ini bernilai.

Yang penting juga, rasio risiko-imbalan harus dilihat bersamaan dengan Win Rate dari sistem trading. Jika RR tinggi, Win Rate biasanya rendah, dan sebaliknya. Sebagai contoh, jika menggunakan RR 3 banding 1 dan Win Rate 25%, maka dari 100 trading, akan menang 25 kali dan mendapatkan keuntungan 75, tetapi kalah 75 kali dan mengalami kerugian 75, yang saling menyeimbangkan. Jadi, harus ada Win Rate lebih dari 25% agar tetap menguntungkan.

RR terbaik adalah 2 ke atas, karena menunjukkan bahwa investasi tersebut bernilai. Jika RR kurang dari itu, risiko lebih besar daripada imbalan yang didapat. Tetapi, faktor lain juga harus dipertimbangkan, seperti dasar bisnis, volatilitas pasar, dan Win Rate sistem sendiri.

Akhirnya, rasio risiko-imbalan adalah alat penting bagi trader dan investor. Menggunakannya membantu pengambilan keputusan yang lebih baik, mengurangi risiko, dan meningkatkan peluang keberhasilan. Tetapi jangan lupa, harus digunakan bersama indikator lain agar investasi yang dilakukan benar-benar stabil dan berkelanjutan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar