Belakangan ini ada pemula yang bertanya lagi tentang cara menggunakan garis moving average untuk trading, jadi saya akan rangkum pengalaman saya dan bagikan kepada semua orang. Sejujurnya, moving average sederhana (SMA) adalah indikator yang paling awal saya pelajari saat masuk ke analisis teknikal, dan juga yang paling praktis.



Secara sederhana, SMA adalah menjumlahkan harga penutupan selama periode tertentu lalu dibagi jumlah hari. Kedengarannya sederhana, tetapi indikator ini dapat membantu Anda melihat tren harga yang sebenarnya, menghilangkan fluktuasi jangka pendek. Saya sering menggunakannya untuk menilai apakah aset sedang dalam tren naik atau tren turun. Contohnya, misalkan harga selama 15 hari terakhir adalah 30, 35, 38, 29, 31, 28, 33, 35, 34, 32, 33, 29, 31, 36, 34, maka moving average 10 hari adalah rata-rata dari 10 hari pertama. Data pertama adalah (30+35+38+29+31+28+33+35+34+32) dibagi 10, hasilnya 32.6. Data berikutnya adalah menghapus hari pertama (30), lalu menambahkan hari ke-11 (33), lalu hitung rata-ratanya lagi. Begitu seterusnya, kita bisa menggambar garis tren yang halus.

Dalam praktik nyata, saya biasanya menggunakan dua metode untuk trading. Yang pertama adalah yang paling langsung—melihat kapan harga (candlestick) menembus garis moving average. Ketika harga menembus dari bawah ke atas, biasanya menandakan tren naik akan datang, dan saat itu saya akan mempertimbangkan untuk membeli. Sebaliknya, jika harga menembus dari atas ke bawah, biasanya itu sinyal untuk menjual.

Metode kedua adalah menggunakan dua SMA dengan periode berbeda. Misalnya menggunakan SMA 20 hari dan 50 hari. Ketika garis jangka pendek menembus ke atas garis jangka panjang, kita sebut itu "golden cross", ini adalah sinyal bullish. Sebaliknya, jika garis jangka pendek menembus ke bawah garis jangka panjang, disebut "death cross", yang menunjukkan kemungkinan tren turun. Metode ini jauh lebih andal daripada hanya melihat satu garis saja.

Berbicara tentang praktik, pengaturan garis SMA di sebagian besar platform trading hampir sama. Biasanya Anda perlu mencari opsi indikator teknikal, cari moving average, lalu atur periode yang diinginkan. Misalnya, jika ingin SMA 20 hari, ubah parameternya menjadi 20. Saya menyarankan agar Anda memberi warna berbeda agar lebih mudah membedakan saat melihat grafik. Biasanya saya mengatur garis SMA 10, 20, 50, dan 200 hari sekaligus—10 dan 20 hari untuk jangka pendek, 50 hari untuk menengah, dan 200 hari untuk tren jangka panjang.

Namun, perlu diingat bahwa SMA didasarkan pada data masa lalu, sehingga memiliki lag. Dalam pasar yang berfluktuasi, harga sering kali naik turun melewati garis SMA, menghasilkan banyak sinyal palsu dan membingungkan. Jadi saya tidak pernah hanya mengandalkan SMA saja, melainkan selalu dipadukan dengan indikator lain seperti RSI atau MACD untuk menyaring sinyal palsu, agar tingkat keberhasilan trading lebih tinggi.

Sekarang saat saya memantau pasar di Gate, saya sering menggunakan metode pengaturan garis SMA ini, dikombinasikan dengan indikator lain untuk pengambilan keputusan. Jika Anda juga ingin mencoba metode ini, Anda bisa mengatur kombinasi indikator di antarmuka trading Gate dan perlahan menemukan ritme yang cocok untuk diri sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar