Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Saya baru saja menyadari bahwa topik resesi semakin sering dibicarakan oleh para investor. Beberapa orang masih belum memahami apa arti resesi atau mengapa hal itu penting bagi portofolio investasi mereka. Saya mencoba mendalami hal ini karena berkaitan langsung dengan keputusan investasi kita.
Sebenarnya, resesi adalah perlambatan aktivitas ekonomi secara luas dalam waktu yang cukup lama. Ekonom biasanya menggunakan indikator seperti PDB, pendapatan, tingkat pengangguran, dan produksi sebagai tolok ukur. Cara umum adalah melihat dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi, tetapi jika lebih dari itu, misalnya lebih dari 3 tahun dan PDB menurun lebih dari 10%, maka disebut depresi, yang pernah terjadi sekali di AS sejak tahun 1929 hingga masa Perang Dunia II.
Terjadinya resesi memiliki berbagai penyebab. Kadang berasal dari perubahan harga minyak, kadang dari kebijakan pengendalian inflasi yang ketat, atau bahkan dari akumulasi utang yang berlebihan. Contohnya pada tahun 2007, harga properti terus meningkat bersamaan dengan ekspansi kredit. Ketika harga mulai turun, muncul krisis keuangan yang menyebar ke ekonomi riil.
Saya menengok kembali tiga krisis besar di AS sejak tahun 2000. Pertama adalah krisis dot-com (2001) yang berlangsung selama 8 bulan, dengan penurunan PDB sebesar 0,3%, tingkat pengangguran 6,3%. Krisis ini disebabkan oleh spekulasi berlebihan di teknologi dan NASDAQ yang jatuh 82% dalam waktu singkat.
Kedua adalah Great Recession (2007-2009) yang berlangsung selama 18 bulan, dengan penurunan PDB sebesar 5,1%, tingkat pengangguran 10%. Ini lebih berbahaya karena disebabkan oleh krisis perumahan dan instrumen keuangan yang buruk, bahkan menyebar ke zona euro.
Ketiga adalah resesi akibat COVID-19 (2020), yang besar namun sangat cepat, hanya 2 bulan, dengan penurunan PDB sebesar 19,2%, tingkat pengangguran 14,7%, karena pandemi yang menyebabkan penurunan permintaan dan penawaran secara bersamaan.
Yang menarik adalah pergerakan harga aset selama resesi. Misalnya saat COVID-19, Dow Jones turun 38% dalam beberapa minggu, minyak mentah anjlok hampir 98%, emas naik 32%, dan obligasi 10 tahun AS naik (hasil turun 80%). Investor cenderung menjual aset berisiko seperti saham dan minyak, dan beralih ke aset aman seperti emas dan obligasi.
Sekarang, bagian pentingnya—apa yang sebaiknya dan tidak sebaiknya dilakukan investor saat resesi datang.
Hal yang tidak disarankan: Jangan menambah investasi di aset berisiko karena risiko negatif sangat tinggi saat ini. Jangan berhutang dalam jumlah besar karena akan mempengaruhi kemampuan investasi di masa depan. Jangan mengambil pinjaman dengan bunga mengambang (ARM) karena saat ekonomi pulih, bunga akan naik dan mungkin sulit dibayar.
Hal yang disarankan: Beralih ke aset aman agar dana tidak hilang. Fokus pada sumber penghasilan yang stabil, seperti pekerjaan tetap, agar punya uang untuk membeli saham murah saat ini. Jika perlu berhutang, pilih bunga tetap (FRM) untuk mengunci biaya. Saat resesi biasanya suku bunga turun, ini adalah waktu yang baik untuk mengunci suku bunga rendah untuk pinjaman jangka panjang.
Saya percaya bahwa poin utama adalah resesi bukanlah hal yang perlu ditakuti. Jika kita mempersiapkan diri dengan baik, resesi bisa menjadi peluang untuk membangun portofolio yang kuat. Investor berpengalaman tahu bahwa diversifikasi di berbagai jenis aset membantu portofolio melewati masa sulit. Resesi berarti kontraksi ekonomi, tetapi jika dipandang dari sudut panjang, itu hanyalah bagian dari siklus. Yang penting adalah bagaimana kita meresponsnya.