Organisasi perlindungan konsumen UE menuntut Meta, Google, TikTok: membiarkan penyebaran iklan penipuan investasi, efektivitas pelaporan terbatas

Organisasi Konsumen Eropa BEUC bersama 27 anggota negara secara resmi mengajukan pengaduan ke Uni Eropa terhadap Google, Meta, dan TikTok, menuduh mereka gagal secara efektif mencegah penyebaran iklan penipuan keuangan, melanggar Undang-Undang Layanan Digital.

Organisasi Perlindungan Konsumen UE Resmi Tuduh Google, Meta, dan TikTok

Organisasi Konsumen Eropa BEUC bersama 29 anggota dari 27 negara baru-baru ini secara resmi mengajukan pengaduan kepada Komisi Eropa dan otoritas pengawas di berbagai negara, menuduh Google, Meta, dan TikTok telah lama gagal secara efektif mencegah penyebaran iklan penipuan keuangan, yang menyebabkan banyak pengguna Eropa terpapar penipuan investasi dan jebakan mata uang kripto.

Pengaduan ini didasarkan pada Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act, DSA) Uni Eropa. Undang-undang ini mengharuskan platform daring besar untuk lebih aktif menangani konten ilegal dan berbahaya, termasuk iklan penipuan, aktivitas investasi palsu, dan informasi keuangan menyesatkan.

BEUC menunjukkan bahwa meskipun beberapa iklan penipuan telah dilaporkan oleh pengguna, konten terkait tetap terus muncul di platform, memungkinkan kelompok penipu terus menjangkau korban baru. Banyak korban akhirnya kehilangan ratusan hingga ribuan euro, bahkan beberapa kasus melibatkan penipuan keuangan lintas negara dan jebakan investasi kripto.

BEUC Kritik Platform Biarkan Penipuan Terus Meluas

Sekretaris Jenderal BEUC Agustin Reyna menyatakan bahwa Google, Meta, dan TikTok terlalu lambat dalam menangani iklan penipuan keuangan, dan kurang memiliki langkah pencegahan aktif yang memadai.

Dia menambahkan bahwa platform-platform ini tidak melakukan penyaringan secara tepat waktu saat iklan penipuan dipasang, dan meskipun menerima laporan pengaduan, proses penanganannya tetap terbatas, sehingga konten penipuan terus menjangkau jutaan pengguna Eropa.

Sumber gambar: Table.Briefings Sekretaris Jenderal BEUC Agustin Reyna

Agustin Reyna berpendapat bahwa masalah ini kini telah meluas ke mekanisme iklan dan rekomendasi di platform besar, di mana kelompok penipu menggunakan algoritma dan alat penargetan yang canggih untuk menjangkau korban potensial secara massal. Seiring model bisnis platform sosial semakin bergantung pada sistem rekomendasi iklan, penyebaran penipuan keuangan juga meningkat secara bersamaan.

Langkah ini dari BEUC juga dipandang sebagai salah satu kasus penting dalam pengujian kekuatan penegakan Undang-Undang Layanan Digital oleh UE. Jika otoritas pengawas akhirnya menemukan platform melanggar aturan, perusahaan terkait bisa menghadapi denda besar dan persyaratan pengelolaan konten yang lebih ketat.

Google dan Meta Tekankan Investasi Besar untuk Melawan Penipuan

Menanggapi tuduhan tersebut, Google dan Meta secara terbuka membantah pernyataan terkait.

  • Juru bicara Google menyatakan bahwa pengaduan BEUC memutarbalikkan mekanisme penanganan iklan penipuan oleh perusahaan, dan menegaskan bahwa Google telah menyaring lebih dari 99% konten yang melanggar sebelum iklan dipasang.
  • Meta menyatakan bahwa tahun lalu mereka telah menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan, sekitar 92% di antaranya dihapus secara aktif sebelum dilaporkan pengguna. Meta juga menekankan bahwa mereka terus berinvestasi dalam teknologi AI, alat otomatisasi, dan kerja sama lintas industri untuk mengurangi kecepatan penyebaran konten penipuan.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi besar telah menjadikan pengelolaan konten penipuan sebagai salah satu risiko utama. Namun, otoritas pengawas dan kelompok perlindungan konsumen di Eropa berpendapat bahwa data yang diumumkan platform dan pengalaman pengguna nyata masih menunjukkan adanya kesenjangan yang mencolok.

Konflik Pengawasan AI, Pembayaran, dan Iklan Terus Meningkat

Saat insiden ini terjadi, industri teknologi di Eropa dan Amerika Serikat sedang menghadapi tekanan regulasi terkait AI, semikonduktor, dan keuangan digital.

Beberapa perusahaan teknologi AS baru-baru ini mengumumkan investasi sebesar 125 juta dolar untuk mendukung Pusat Penelitian Semikonduktor UCLA, termasuk Broadcom, Meta, Applied Materials, GlobalFoundries, dan Synopsys, dengan fokus penelitian pada chip AI, peralatan manufaktur, dan pengembangan tenaga kerja semikonduktor.

Di sisi lain, UE juga dilaporkan mempertimbangkan penundaan sanksi terhadap beberapa pemasok semikonduktor dari China, karena industri otomotif Eropa belum menemukan rantai pasokan pengganti, dan pasar khawatir akan kekurangan chip dalam waktu dekat.

Para analis berpendapat bahwa AI, algoritma iklan, sistem pembayaran, dan layanan kripto semakin menyatu, dan tanggung jawab platform teknologi besar terus meluas. Pengaduan UE terhadap Google, Meta, dan TikTok ini bisa menjadi indikator penting dalam pengawasan platform digital global di masa depan.

Isi artikel ini disusun oleh Agen Kripto dari berbagai sumber, melalui proses review dan editing oleh "Kota Kripto". Saat ini masih dalam tahap pelatihan, mungkin terdapat bias logika atau kesalahan informasi, isi ini hanya untuk referensi, bukan sebagai saran investasi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar