Saya baru saja menerima banyak pertanyaan tentang long dan short apa itu, jadi hari ini saya memutuskan menulisnya agar kalian yang baru mulai bisa memahami lebih jelas tentang dua konsep inti ini.



Sederhananya: Long adalah saat kamu memprediksi harga akan naik, kamu membeli dengan harapan menjual kembali di level yang lebih tinggi. Short sebaliknya - kamu memprediksi harga akan turun, jadi kamu meminjam aset dari platform untuk dijual di harga tinggi saat ini, lalu membelinya kembali di harga yang lebih rendah untuk dikembalikan. Selisihnya adalah keuntunganmu.

Apa keunggulan dari long dan short sehingga mereka menjadi tren yang sangat populer? Yaitu leverage (pengungkit). Kamu tidak perlu memiliki modal 100% untuk bertransaksi. Contohnya: kamu punya 1.000 USD, dengan leverage 1:10, kamu bisa membuka posisi senilai 10.000 USD. Jika harga bergerak sesuai prediksi 10%, kamu bisa mendapatkan keuntungan 1.000 USD - berarti menggandakan akunmu. Tapi jika harga bergerak berlawanan 10%, kamu kehilangan seluruh modal awal. Itulah bahaya yang sering diabaikan banyak orang.

Ketika menggunakan posisi long, kamu akan menganalisis sinyal positif: berita ekonomi baik, inflasi rendah, PDB tinggi, tingkat pengangguran meningkat. Dengan saham, saat pasar menunjukkan momentum positif, itu saat yang tepat untuk membuka posisi long. Secara teknikal, kamu bisa menggunakan pola seperti candle breakout, bottom pin, double bottom, atau indikator MACD, RSI, Ichimoku untuk mengonfirmasi sinyal kenaikan harga.

Posisi short sebaliknya - kamu menunggu sinyal negatif. Inflasi meningkat tinggi, bank sentral mengetatkan kebijakan moneter, psikologi panic selling melanda pasar. Dengan forex, saat USD menguat (seperti paruh kedua 2022), posisi short pada EUR/USD membantu banyak trader meraih keuntungan signifikan. Secara teknikal, kamu bisa melihat pola double top, channel harga, atau indikator MACD crossover ke bawah, Bollinger Bands, MA.

Tapi ini bagian yang ingin saya ingatkan: apa dua risiko terbesar saat menggunakan long dan short?

Pertama adalah Margin Call. Saat kerugian melebihi margin yang dipertahankan, platform akan memberi peringatan. Jika tidak menambah dana, sistem otomatis menutup posisi (Liquidation) dan akunmu menjadi nol. Satu-satunya cara menghindari ini adalah dengan manajemen risiko yang baik - menetapkan stop loss yang tepat.

Kedua, dan saya peringatkan lebih keras untuk posisi short: Short Squeeze. Long memiliki kerugian maksimal 100% (ketika harga turun ke 0), tapi short bisa mengalami kerugian tak terbatas karena harga bisa naik tanpa batas. Short Squeeze terjadi saat harga tiba-tiba melonjak kuat, memaksa para short untuk membeli kembali secara besar-besaran untuk menutup kerugian. Dorongan beli ini malah mendorong harga naik lebih ekstrem lagi. Contoh nyata adalah GameStop tahun 2021 - hedge fund kehilangan miliaran USD.

Ada satu cara menggunakan long dan short yang jarang diketahui - yaitu Hedging (perlindungan risiko). Kamu memegang saham Apple selama 5 tahun ke depan karena yakin perusahaan akan berkembang baik. Tapi dalam jangka pendek pasar sedang panik karena berita makro ekonomi buruk. Daripada menjual semua, kamu membuka posisi short pada S&P 500 atau bahkan pada Apple sendiri. Keuntungan dari short ini akan mengimbangi penurunan portofolio utama, melindungi aset selama masa sulit.

Perbandingan singkat: Long memiliki keunggulan mendapatkan keuntungan saat harga naik, bisa memiliki produk dan menerima dividen (jika saham). Tapi kamu akan rugi saat harga turun. Short sebaliknya - mendapatkan keuntungan saat harga turun, terutama saat pasar cenderung turun jangka panjang. Tapi risiko kerugian tak terbatas dan harus membayar biaya overnight.

Ada satu poin penting: jangan gunakan long dan short secara bersamaan pada produk yang sama dalam waktu yang sama. Itu akan membuatmu mengalami biaya transaksi yang hilang tanpa mendapatkan keuntungan. Tapi kamu bisa menggunakan long di satu pasar dan short di pasar lain - misalnya long USD/JPY tapi short EUR/USD saat USD menguat.

Dalam crypto, long dan short juga sama seperti saham, tapi berbeda karena pasar crypto beroperasi 24/7 dengan volatilitas sangat besar, leverage bisa sampai 1:100. Oleh karena itu risiko likuidasi terjadi lebih cepat dan lebih brutal.

Akhirnya, ingatlah: long dan short hanyalah alat, bukan cara cepat kaya. Kamu perlu analisis yang matang, manajemen risiko yang baik, dan jangan pernah bertaruh seluruh modal dalam satu posisi. Pasar selalu penuh kejutan, meskipun kamu sudah analisis sedetail mungkin.
EURUSD0,22%
US500-0,36%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan