Baru memahami tentang Stochastic Oscillator sebenarnya sekarang ini. Banyak orang menggunakannya karena menganggapnya penting, tetapi sebenarnya ini hanyalah alat yang memberi tahu di mana posisi harga penutupan relatif terhadap rentang harga tertinggi dan terendah dalam 14 periode. Nilainya berkisar dari 0 sampai 100, yang sangat mudah dipahami.



Ketika harga naik terus, harga penutupan biasanya akan berada dekat dengan harga tertinggi, sehingga nilai Stochastic mendekati 100. Sebaliknya, ketika harga turun terus, nilainya akan mendekati 0. Itulah sifat alami dari indikator ini.

Bagian yang membuatnya berguna adalah penggunaan dua garis %K dan %D. Di sini, %K adalah nilai yang dihitung langsung, sedangkan %D adalah rata-rata 3 hari dari %K. Melihat persilangan kedua garis ini dengan baik dapat membantu dalam pengambilan keputusan trading.

Pengaturan Stochastic juga tidak terlalu rumit. Nilai defaultnya adalah 14 periode. Jika masuk ke platform trading, cukup pergi ke indikator pilih Stochastic lalu klik Pengaturan, maka akan terlihat angka-angka yang bisa disesuaikan. Beberapa orang suka mengubahnya menjadi 21 atau 7, tergantung kecepatan yang diinginkan, apakah cepat atau lambat.

Tentang Overbought dan Oversold, ini penting. Ketika %K naik di atas 80, dianggap harga terlalu tinggi (Overbought). Ketika turun di bawah 20, dianggap harga terlalu rendah (Oversold). Tetapi harus diingat bahwa ini tidak berarti harga akan langsung berbalik, karena dalam tren yang kuat, nilainya bisa berada di kisaran 80-100 atau 0-20 dalam waktu yang lama.

Cara yang paling umum digunakan adalah melihat persilangan %K dan %D. Ketika %K memotong %D dari bawah ke atas di zona rendah, beberapa orang menganggap ini sebagai sinyal beli. Sebaliknya, ketika %K memotong %D dari atas ke bawah di zona tinggi, dianggap sebagai sinyal jual. Tetapi sinyal ini sering menipu, jadi harus dikombinasikan dengan alat lain agar lebih efektif.

Saya suka menggunakannya bersama EMA untuk menunjukkan tren terlebih dahulu. Jika harga berada di atas EMA, cari sinyal beli dari Stochastic saja. Jika di bawah EMA, cari sinyal jual saja. Cara ini membantu mengurangi sinyal palsu.

Cara lain adalah melihat Divergence. Jika harga naik tetapi %K turun, atau harga turun tetapi %K naik, ini bisa menjadi sinyal bahwa tren akan berbalik. Tetapi ini membutuhkan latihan dan pengalaman untuk memahami.

Untuk Fast Stochastic dan Slow Stochastic, Slow Stochastic adalah rata-rata dari Fast Stochastic, sehingga lebih halus tetapi lebih lambat. Saya biasanya menggunakan Slow Stochastic untuk mengurangi sinyal palsu.

Kelebihan dari indikator ini adalah perhitungannya yang sederhana, hanya menggunakan tiga variabel, dan sangat mudah dipahami. Kekurangannya adalah indikator ini lagging, memberi sinyal terlambat, dan sering menimbulkan sinyal palsu. Tidak disarankan menggunakannya sendiri.

Saat mengatur Stochastic, pilih timeframe yang sesuai dengan gaya trading kita. Jika trading jangka pendek, gunakan 5 menit atau 15 menit. Jika jangka menengah, gunakan 1 jam atau 4 jam. Nilai 14 biasanya cukup baik, tetapi kadang bisa disesuaikan menjadi 9 atau 21.

Yang perlu diingat adalah bahwa Stochastic hanyalah alat bantu, bukan prediksi yang akurat. Harus dikombinasikan dengan analisis lain dan manajemen risiko yang baik agar trading kita lebih efektif.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan