Belakangan ini ada yang bertanya apa arti EPS, saya baru menyadari bahwa banyak investor pemula masih agak bingung dengan konsep ini. Sebenarnya laba per saham (EPS) secara sederhana adalah membagi laba bersih perusahaan secara rata ke setiap saham, semakin tinggi angka ini, menunjukkan kemampuan laba per saham perusahaan semakin kuat.



Saya kebetulan baru saja melihat laporan keuangan Apple dan beberapa saham teknologi lainnya, dan setelah memahami arti EPS dengan benar, pola pemilihan saham menjadi jauh lebih jelas. Dasarnya adalah laba bersih dikurangi dividen saham preferen, lalu dibagi jumlah saham beredar, rumusnya sangat sederhana. Tapi dalam praktiknya, banyak orang mudah mengabaikan beberapa detail.

Misalnya saat saya melihat laporan keuangan bank AS tahun 2022, laba bersihnya 27,528 juta dolar AS, dividen saham preferen 1,513 juta dolar AS, jumlah saham beredar 8,1137 miliar saham, maka EPS yang dihitung adalah 3,21 dolar AS. Tapi ini hanya angka permukaan, cerita di baliknya yang lebih penting.

Ada dua cara untuk memeriksa EPS, satu langsung dari laporan keuangan, yaitu dengan mengunjungi situs SEC AS, mencari EDGAR, memasukkan kode perusahaan untuk mencari 10-K atau 10-Q, di laporan laba rugi bisa ditemukan. Cara lain adalah menggunakan situs seperti Yahoo Finance atau Seeking Alpha, yang lebih praktis, tapi data mungkin tertunda dan akurasi tidak setinggi itu.

Saat memilih saham, saya biasanya melihat dari tiga sudut pandang. Pertama, melihat tren EPS perusahaan sendiri. Jika terus meningkat, itu menunjukkan kemampuan laba meningkat, perusahaan seperti ini layak diperhatikan. Saya membandingkan NVIDIA, Qualcomm, dan AMD, setelah 2020, EPS Qualcomm jauh lebih tinggi dari dua lainnya, tampaknya Qualcomm lebih menarik untuk investasi. Tapi kenyataannya, pengembalian saham NVIDIA dalam tiga tahun naik 251%, jauh melampaui Qualcomm yang 69%. Jadi, hanya melihat EPS saja tidak cukup.

Kedua, membandingkan dengan perusahaan sejenis. Jika Perusahaan A EPS-nya 1 dolar, harga sahamnya 30 dolar, maka PE ratio-nya 30 kali. Jika rata-rata PE industri hanya 10 kali, itu menunjukkan harga saham mungkin terlalu tinggi. Perbandingan ini membantu melihat posisi sebenarnya perusahaan dalam industri.

Ketiga, faktor yang sering diabaikan adalah pengaruh buyback saham. Jika perusahaan melakukan buyback besar-besaran, jumlah saham beredar berkurang, meskipun laba tidak berubah, EPS akan tampak lebih besar. Banyak investor tidak memperhatikan ini, sehingga mudah tertipu dan mengira kemampuan laba perusahaan benar-benar meningkat.

Ada juga konsep EPS terdilusi, yaitu EPS yang sudah memperhitungkan opsi, waran, dan instrumen konversi lain yang berpotensi diubah menjadi saham. Contohnya Coca-Cola, EPS dasar dan EPS terdilusi berbeda cukup jauh karena mereka memiliki 22 juta saham konversi terdilusi. Investor perlu memahami seberapa besar pengaruh EPS terdilusi terhadap potensi masa depan pemegang saham.

Terakhir, perlu diingat bahwa EPS memiliki hubungan yang kompleks dengan harga saham, dividen, dan kinerja perusahaan. EPS yang kuat biasanya akan mendorong kenaikan harga saham, tapi ada juga pengecualian. Jika EPS di bawah ekspektasi pasar, harga saham bisa turun. Item-item khusus perusahaan seperti penjualan tanah atau penyesuaian bisnis juga bisa memutarbalikkan angka EPS, sehingga saat itu perlu mengeluarkan faktor-faktor tersebut dan melihat kemampuan laba yang berkelanjutan.

Jadi, memahami arti EPS tidak sulit, yang sulit adalah memanfaatkan indikator ini dengan baik. Hanya melihat angka kuartalan atau tahunan saja tidak ada artinya, harus melihat tren jangka panjang, membandingkan dengan industri, dan memahami faktor-faktor di balik angka tersebut, agar bisa menilai apakah sebuah perusahaan layak untuk diinvestasikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar