Belakangan ini saya meninjau kembali tren euro selama 20 tahun terakhir, dan menemukan bahwa selama periode ini memang mengalami banyak gejolak. Dari puncak 1.6038 pada tahun 2008 yang terus menurun, hingga mencapai 1.034 pada 2017, lalu menyentuh titik terendah 0.9536 pada 2022, proses depresiasi euro mencerminkan fluktuasi ekonomi Eropa.



Gelombang krisis keuangan 2008 menjadi titik balik penting. Krisis subprime AS menyebabkan tekanan pada sistem perbankan global, termasuk bank-bank Eropa, dan ketatnya kredit pun mengikuti. Kemudian krisis utang zona euro meletus, dengan masalah utang Yunani, Irlandia, Portugal, dan negara lain yang menonjol, sehingga pasar mulai meragukan mekanisme operasional kawasan euro. Bank Sentral Eropa terpaksa meluncurkan pelonggaran kuantitatif, yang meskipun menstabilkan pasar keuangan, juga menekan euro ke bawah.

Yang menarik, saat awal 2017 euro menguat kembali, karena krisis utang zona euro secara dasar sudah terselesaikan. Saat itu kebijakan pelonggaran Bank Sentral Eropa mulai menunjukkan hasil, data ekonomi membaik, tingkat pengangguran turun di bawah 10%, dan PMI manufaktur melewati 55, sehingga kepercayaan terhadap kawasan euro pulih. Ditambah lagi, negosiasi Brexit Inggris berjalan lancar, ketidakpastian politik berkurang, dan modal mulai mengalir kembali ke Eropa.

Namun setelah 2018, situasi berubah lagi. Federal Reserve mulai menaikkan suku bunga, dolar AS menguat, pertumbuhan ekonomi zona euro melambat, dan situasi politik di Italia tidak stabil. Pada 2022, perang Rusia-Ukraina mengacaukan pasokan energi global, harga energi di Eropa melonjak, dan euro jatuh ke 0.9536 pada September. Tetapi Bank Sentral Eropa kemudian menaikkan suku bunga, mengakhiri era suku bunga negatif selama 8 tahun, yang akhirnya menghentikan tren penurunan euro.

Pada awal 2025, euro kembali melemah sementara ke sekitar 1.02. Penyebab utamanya adalah prospek ekonomi zona euro yang tidak optimis, dengan Jerman mengalami resesi selama dua tahun berturut-turut, dan aktivitas manufaktur Prancis juga sangat buruk. Sementara itu, langkah penurunan suku bunga Fed yang lambat, dan ECB yang justru memperbesar langkah penurunan suku bunga, memperlebar selisih suku bunga AS-Eropa, menyebabkan aliran modal ke dolar. Ditambah ancaman tarif dari Trump setelah naik ke kekuasaan, yang semakin menekan ekonomi ekspor kawasan euro.

Menariknya, pada Januari 2026, euro tiba-tiba menguat ke atas 1.20, tetapi ini sebenarnya bukan karena euro menguat secara fundamental, melainkan karena dolar AS melemah secara umum. Trump sering menyerang independensi Federal Reserve, ditambah ketidakpastian dari kebijakan "America First", sehingga investor mulai "menjual dolar", dan modal keluar dari AS, menyebabkan euro naik.

Melihat lima tahun ke depan, faktor utama yang menentukan profitabilitas investasi euro adalah beberapa hal. Pertama, perbedaan kebijakan moneter AS dan Eropa; jika Fed terus menurunkan suku bunga sementara ECB mempertahankan, maka penyempitan selisih suku bunga akan mendorong euro menguat. Kedua, kondisi ekonomi kawasan euro, terutama rencana ekspansi fiskal Jerman; jika berjalan lancar, euro berpotensi rebound ke kisaran 1.20-1.25. Ketiga, situasi geopolitik dan harga energi; jika situasi mereda dan energi turun, kondisi perdagangan kawasan euro akan sangat menguntungkan.

Bagi investor Taiwan yang ingin berpartisipasi dalam investasi euro, ada beberapa cara. Bisa melalui bank dengan membuka rekening valas, meskipun batasan dana cukup ketat. Bisa juga menggunakan platform pialang valas, yang memiliki ambang modal lebih rendah dan cocok untuk investor kecil. Ada juga opsi dari perusahaan sekuritas dan bursa derivatif.

Secara keseluruhan, kemungkinan tren euro akan lebih menguat pada 2026, terutama jika Fed terus menurunkan suku bunga dan risiko energi mereda. Tapi mengharapkan tren penguatan satu arah secara konsisten cukup sulit. Perkembangan selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah perubahan selisih suku bunga AS-Eropa, kemajuan fiskal Jerman, dan risiko geopolitik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar