#USStrikesIran


Kesepakatan AS - Iran Semakin Dekat Buat Laju Minyak Tertekan

Fokus Crude Oil:

Menteri Luar Negeri AS optimis kesepakatan dengan Iran masih mungkin tercapai dalam beberapa lagi meskipun ada serangan baru AS.
Israel mengancam akan memulai gelombang serangan baru di seluruh Lebanon, menyusul pengumuman Netanyahu.
************************************************************

Selasa, 26 Mei 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari isyarat kemajuan positif dalam pembicaraan kesepakatan damai AS - Iran. Meski demikian, acaman serangan lebih lanjut Israel ke Lebanon, dan serangan Rusia ke Ukraina berpotensi mendorong harga kembali menguat.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Senin mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran masih mungkin tercapai dalam beberapa hari, meskipun ada serangan baru AS yang menargetkan kapal-kapal Iran dan lokasi peluncuran rudal pada hari yang sama, dengan alasan untuk membela diri. Selain itu, negosiator utama Iran dan menteri luar negerinya dijadwalkan bertemu dengan perdana menteri Qatar pada hari Selasa di Doha untuk membahas potensi kesepakatan dengan AS, ungkap sumber pejabat pada hari Senin.

Sementara itu, Militer Israel mengatakan telah memulai gelombang serangan di seluruh Lebanon menyusul pengumuman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa negaranya akan mengintensifkan serangannya terhadap Hizbullah. Rencama peningkatan serangan Israel tersebut berpotensi menghambat kemajuan dalam pembicaraan kesepakatan damai AS - Iran.

Turut mendukung harga, Rusia mengancam akan melancarkan gelombang serangan sistematis baru terhadap Kyiv, yang akan menargetkan pusat pengambilan keputusan dan pos komando, serta fasilitas manufaktur drone di kota tersebut, kata kementerian luar negeri Rusia pada hari Senin. Moskow juga mendesak warga negara asing dan diplomat untuk meninggalkan Kyiv sesegera mungkin dan memperingatkan warga untuk menjauhi gedung-gedung administrasi dan militer.

Dukungan lainnya datang dari kilang minyak Syzran di Sungai Volga, Rusia, yang menghentikan operasinya pasca serangan drone Ukraina pada 21 Mei merusak unit pengolahan utama, kata dua sumber industri pada hari Senin. Unit yang rusak tersebut menyumbang lebih dari 70% kapasitas kilang, yang memiliki kapasitas terpasang mencapai 8,5 juta metrik ton per tahun, atau 170.000 bph.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $94 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $89 per barel.
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 5
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
discovery
· 1jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
discovery
· 1jam yang lalu
2026 GOGOGO 👊
Balas0
AmeliaGlow
· 3jam yang lalu
LFG 🔥
Balas0
AmeliaGlow
· 3jam yang lalu
LFG 🔥
Balas0
Ryakpanda
· 3jam yang lalu
Langsung saja menyerang 👊
Lihat AsliBalas0