Belakangan ini, di dunia investasi, semakin sering mendengar kata "memotong daun bawang," terutama saat sedang merugi dan teman-teman bercanda sedikit. Sejujurnya, banyak orang sama sekali tidak memahami arti sebenarnya dari "memotong daun bawang," apalagi bagaimana cara menghindari menjadi daun bawang yang dipotong itu.



Perumpamaan daun bawang ini sebenarnya cukup gambaran. Daun bawang sebagai tanaman tumbuh cepat, kekuatan hidupnya kuat, dipotong satu petik, masih bisa tumbuh lagi dari pangkalnya. Di pasar investasi, kata ini digunakan untuk menggambarkan para investor ritel yang terus-menerus merugi. Mereka seperti daun bawang, satu gelombang dipotong, gelombang baru masuk lagi, berulang terus-menerus.

Singkatnya, arti dari "memotong daun bawang" adalah bandar atau dana besar dengan berbagai cara, membuat investor ritel merugi dalam transaksi. Investor ritel yang kurang pengalaman, informasi, dan keunggulan modal, mudah dipimpin emosi, membeli tinggi dan menjual rendah, akhirnya merugi total. Sedangkan bandar memanfaatkan hal ini, menjual di posisi tinggi, menyerap di posisi rendah, dan meraup keuntungan dari kerugian investor ritel.

Ada beberapa metode umum yang digunakan untuk memotong daun bawang di pasar. Menarik harga naik untuk menjual adalah trik klasik: bandar diam-diam mengakumulasi saham di posisi rendah, lalu melalui manipulasi transaksi untuk menciptakan kesan pasar sedang ramai, sehingga investor ritel melihat harga naik dan FOMO masuk, akhirnya bandar menjual di posisi tinggi dan meninggalkan pasar, sementara investor ritel menjadi korban penampungan. Ada juga yang disebut "kandang babi" yang bersifat penipuan, pelaku berpura-pura sebagai mentor investasi, memposting screenshot keuntungan palsu, dan menipu orang untuk menginvestasikan dana lalu kabur dengan uangnya. Di dunia kripto, ada juga koin udara dan teknik "mengalihkan tangan kiri ke tangan kanan," menciptakan ilusi kemakmuran palsu.

Bagaimana menilai apakah diri sendiri sudah menjadi daun bawang? Biasanya ada beberapa ciri khas. Pertama, mengikuti tren membeli apa yang orang lain beli, tanpa punya penilaian sendiri. Kedua, kurang pemahaman, tidak mengerti cara kerja pasar dan instrumen investasi, tidak mampu membaca pasar. Ketiga, tidak tahu kapan harus ambil keuntungan atau cut loss, saat untung ingin lebih banyak, saat rugi tidak mau mengaku kalah, akhirnya kerugian makin besar. Yang paling jelas adalah membeli tinggi dan menjual rendah, dipimpin oleh emosi pasar.

Untuk menghindari menjadi daun bawang, pertama harus punya metodologi investasi sendiri. Jangan sembarangan percaya analisis para ahli, banyak mendengar, berpikir, dan mengamati, lalu buat keputusan sendiri. Selain itu, harus membangun mental yang kuat, mengendalikan fluktuasi emosi. Buffett pernah berkata, "Ketika orang lain serakah, aku takut; ketika orang lain takut, aku serakah." Saat pasar sedang bullish, harus berhati-hati, saat pasar bearish malah bisa aktif menata posisi.

Kedua, belajar melakukan take profit dan cut loss. Tetapkan batas keuntungan dan kerugian yang jelas, misalnya ambil keuntungan 30% secara tegas, dan saat kerugian mencapai batas tertentu, segera cut loss. Banyak platform trading menyediakan fitur stop loss, gunakan dengan baik agar bisa menghindari kerugian besar.

Ketiga, diversifikasi investasi, jangan taruh semua telur di satu keranjang. Bisa juga belajar melakukan short dan long, sehingga saat pasar turun, tetap bisa mengambil peluang.

Keempat, segera dapatkan informasi pasar. Perhatikan aspek teknikal dan fundamental, jangan hanya fokus pada teknikal lalu mengabaikan fundamental. Jika lengah dan melewatkan berita penting, bisa berubah dari meraih keuntungan menjadi merugi. Gunakan kalender ekonomi, berita real-time, indeks sentimen dari platform trading untuk cepat menguasai kondisi pasar.

Yang terakhir dan paling penting: pilih platform investasi yang legal dan sesuai regulasi. Jangan percaya mentor yang tidak jelas asal-usulnya, jangan investasikan di platform tanpa pengawasan. Hanya dengan dana yang aman dan terjamin, investasi akan bermakna.

Secara keseluruhan, setelah memahami arti dan berbagai metode memotong daun bawang, investor pemula bisa sangat mengurangi risiko menjadi korban. Tapi untuk benar-benar menjadi ahli investasi, perlu terus mengumpulkan pengalaman dan pengetahuan. Jika sudah pernah merugi, jangan berkecil hati, yang penting lakukan review transaksi, pelajari pelajaran, dan hindari mengulangi kesalahan yang sama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar