Perhatikan bahwa banyak orang bertanya tentang hukum zakat emas dan cara menghitungnya dengan benar, terutama dengan menyebarnya investasi emas dan berbagai perhiasan. Maka saya memutuskan untuk berbagi pemahaman saya tentang topik ini dari sudut pandang syar'i.



Sejatinya zakat bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan ibadah yang agung dan salah satu rukun Islam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat serta taatlah kepada Rasul. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sangat memperingatkan tentang tidak mengeluarkannya, beliau bersabda bahwa pemilik emas dan perak yang tidak menunaikan haknya akan mendapatkan piring dari api neraka di hari kiamat.

Terkait emas secara khusus, syariat mewajibkan mengeluarkan 2.5% dari nilainya sebagai zakat apabila memenuhi syarat tertentu. Syarat utama adalah emas mencapai nisab, yaitu 85 gram emas murni (kadar 24). Tapi jika kamu memiliki emas kadar 21 atau 18, perhitungannya sedikit berbeda.

Misalnya, nisab zakat emas kadar 21 sekitar 97 gram, karena kemurniannya hanya 87.5%. Sedangkan kadar 18 nisabnya sekitar 113 gram karena kemurniannya hanya 75%. Intinya, perhitungan bergantung pada jumlah emas murni yang sebenarnya dalam perhiasan atau bullion.

Hal yang sangat penting adalah bahwa haul (tahun hijriyah penuh) harus berlalu sejak kamu memiliki emas tersebut. Artinya, jika kamu membeli emas baru hari ini, kamu tidak wajib mengeluarkan zakat kecuali setelah satu tahun. Tapi jika kamu sudah memilikinya sebelumnya, maka perhitungannya dimulai dari hari pertama kamu memilikinya.

Ada sedikit perbedaan fiqih mengenai perhiasan yang digunakan untuk perhiasan sehari-hari. Mayoritas ulama (Maliki, Syafi’i, Hanbali) mengatakan tidak wajib zakat atasnya, tetapi Hanafi berpendapat bahwa ada zakat meskipun dipakai. Sedangkan emas yang disimpan atau diinvestasikan, semua ulama sepakat wajib dizakati.

Untuk perhitungan praktis, caranya sangat sederhana:

Pertama: tentukan total berat emas yang kamu miliki.
Kedua: kalikan berat tersebut dengan persentase kemurnian (kadar 24 = 100%, kadar 21 = 87.5%, kadar 18 = 75%).
Ketiga: kalikan hasilnya dengan harga per gram emas murni di pasar.
Keempat: ambil 2.5% dari angka akhir tersebut, itulah jumlah zakatnya.

Contoh praktis: jika kamu memiliki 100 gram emas kadar 21 dan harga per gram 400 riyal, maka perhitungannya adalah:
100 × 0.875 = 87.5 gram emas murni
87.5 × 400 = 35.000 riyal
35.000 × 2.5% = 875 riyal

Itulah jumlah zakat yang wajib kamu keluarkan.

Penting juga untuk diketahui bahwa zakat tidak diberikan kepada sembarang orang. Allah menentukan delapan golongan saja:
Fakir, Miskin, Amil zakat, Muallaf, Riqab (budak), Gharim (orang yang berhutang), fi sabilillah, dan ibn as-sabil.

Ada golongan yang dilarang menerima zakat: keluarga Nabi (Ahl al-Bayt dan al-Hasan wal-Husain) (kecuali dalam kondisi tertentu), orang kaya, kafir, dan mereka yang menjadi tanggungan nafkahnya (orang tua, anak, istri).

Sangat penting: jangan menunda pengeluaran zakat setelah haul tiba, dan usahakan mengeluarkannya dari harta yang halal, bukan dari hutang lama. Zakat adalah ibadah yang murni, jangan keluarkan untuk ria atau paksaan dari orang lain.

Terakhir, jika kamu memiliki emas dalam bentuk investasi (reksa dana emas atau saham pertambangan), zakat juga wajib dikeluarkan dengan persentase yang sama, 2.5% dari nilai pasarannya saat haul.

Zakat bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan penyucian jiwa dan harta, serta mewujudkan solidaritas di antara anggota masyarakat. Dengan mengeluarkannya dengan niat yang benar dan hati yang bersih, kamu akan merasakan berkah dalam rezeki dan semakin dekat kepada Allah.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan