Saya baru menyadari bahwa banyak orang belum benar-benar memahami apa itu spread, meskipun itu secara langsung mempengaruhi biaya transaksi harian mereka. Jadi hari ini ingin berbagi beberapa pengetahuan tentang hal ini.



Sederhananya, spread adalah selisih antara harga beli (bid) dan harga jual (ask) dari sebuah pasangan mata uang. Ketika Anda ingin membeli, Anda akan membeli pada harga ask (lebih tinggi). Ketika Anda ingin menjual, Anda akan menjual pada harga bid (lebih rendah). Selisih ini adalah keuntungan dari broker, dan itu juga merupakan biaya pertama yang harus Anda bayar setiap kali membuka sebuah transaksi.

Spreads biasanya dihitung dalam pips. Dengan pasangan mata uang utama seperti EUR/USD, 1 pip = 0.0001. Misalnya jika EUR/USD memiliki harga bid 1.1021 dan ask 1.1023, maka spread adalah 2 pips. Jika Anda melakukan trading 1 lot standar, Anda akan kehilangan sekitar 20 USD hanya karena spread ini.

Ada dua jenis spread yang sering saya temui: spread tetap dan spread variabel. Spread tetap selalu berada pada tingkat yang sama, ini baik jika Anda ingin memprediksi biaya, tetapi masalahnya adalah saat pasar bergejolak, broker bisa menolak transaksi atau meminta Anda menerima harga baru (requote). Sedangkan spread variabel selalu berubah sesuai kondisi pasar - bisa menyempit saat likuiditas tinggi, tetapi akan melebar saat pasar tidak stabil.

Saya melihat ada tiga faktor utama yang mempengaruhi tingkat spread. Pertama adalah likuiditas - saat banyak orang melakukan transaksi, spread akan lebih menyempit. Kedua adalah volume transaksi - pasangan mata uang populer seperti EUR/USD atau GBP/USD selalu memiliki spread yang lebih baik dibanding pasangan yang kurang diperdagangkan. Ketiga adalah volatilitas - saat pasar bergejolak, spread akan melebar secara signifikan.

Ada dua waktu di mana spread biasanya melebar sangat tajam. Pertama adalah saat jam likuiditas tipis (di tengah sesi perdagangan), saat itu sedikit orang melakukan transaksi sehingga bid-ask spread akan melebar. Kedua adalah sebelum dan setelah berita ekonomi penting - saat itu broker biasanya memperlebar spread untuk melindungi diri dari pergerakan harga yang tiba-tiba.

Lalu bagaimana cara mengurangi biaya spread? Saya punya dua cara. Pertama adalah hanya melakukan transaksi saat jam likuiditas tinggi, saat banyak pembeli dan penjual. Saat itu spread akan berada pada tingkat terendah. Kedua adalah fokus pada pasangan mata uang yang populer - mereka selalu memiliki spread yang lebih sempit karena banyak pembuat pasar yang bersaing.

Jika Anda seorang scalper atau day trader, spread adalah biaya yang sangat penting untuk dikontrol. Tetapi jika Anda melakukan trading swing atau jangka panjang, spread tidak terlalu berpengaruh. Bagaimanapun, memahami spread membantu Anda mengelola biaya transaksi dengan lebih baik dan meningkatkan peluang keuntungan.
LOT6,03%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan