Belakangan ini selalu ada yang bertanya kepada saya, apakah harga emas akan turun lagi? Pertanyaan ini bagus, menunjukkan bahwa semua mulai berpikir serius, bukan sekadar mengikuti arus secara buta.



Pertama, saya sampaikan kesimpulannya: harga emas pasti akan ada koreksi lagi, tetapi di mana dasar bawahnya tergantung bagaimana pandangan Anda terhadap masa depan sistem kepercayaan dolar AS.

Kali ini, tren kenaikan emas tampak didorong oleh penurunan suku bunga, inflasi, dan risiko geopolitik, tetapi jika Anda hanya berhenti di level ini, sangat mudah terkejut oleh fluktuasi jangka pendek. Logika yang sebenarnya harus dipikirkan lebih dalam—mengapa bank sentral berusaha keras membeli emas? Pada tahun 2025, total pembelian emas bersih oleh bank sentral global akan melebihi 1200 ton, sudah empat tahun berturut-turut melampaui seribu ton, ini bukan kebetulan, melainkan sebuah gerakan tanpa suara untuk mengurangi ketergantungan pada dolar.

Apa yang dilakukan bank sentral di berbagai negara? Berdasarkan survei dari World Gold Council, 76% bank sentral percaya bahwa dalam lima tahun ke depan mereka akan meningkatkan proporsi emas, sekaligus memperkirakan cadangan dolar akan menurun. Lihatlah, ini adalah sebuah perubahan struktural jangka panjang, bukan sekadar spekulasi jangka pendek. Ketika bank sentral di seluruh dunia mulai bertaruh pada emas, dasar harga emas akan semakin tinggi.

Lalu, apakah harga emas akan turun lagi? Tentu saja. Saya pernah melihat koreksi 10-15% pada tahun 2025, dan juga koreksi besar 18% awal tahun ini. Fluktuasi adalah hal yang normal, bahkan sehat. Tetapi setiap koreksi adalah saat di mana bank sentral dan investor institusional mengambil peluang murah. Inilah sebabnya para trader berpengalaman mengatakan, "Koreksi adalah peluang untuk membeli."

Posisi harga emas saat ini sebenarnya cukup menarik. Secara nominal, sudah menembus rekor tertinggi, tetapi jika dikurangi inflasi, jaraknya dari puncak tahun 1980 masih cukup jauh. Ini berarti, bahkan jika turun lagi 10-20%, dari sudut pandang jangka panjang, itu mungkin bukan hal yang buruk.

Namun, saya harus jujur, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Pertama, jika laju penurunan suku bunga Federal Reserve lebih cepat dari perkiraan, itu akan mendukung harga emas lebih lanjut; tetapi jika ekonomi menunjukkan kekuatan tak terduga dan kebijakan menjadi hawkish, harga emas mungkin menghadapi tekanan lebih besar. Kedua, jika dolar menguat, itu akan memberi tekanan signifikan pada emas. Ketiga, jika pasar saham mengalami koreksi besar, dalam jangka pendek bisa memicu krisis likuiditas, malah menekan harga emas.

Dari prediksi institusi, konsensus untuk 2026 adalah sebagai berikut: harga rata-rata sekitar 4800-5200 dolar AS, target akhir tahun 5400-5800 dolar, skenario optimis 6000-6500 dolar. Goldman Sachs menaikkan targetnya menjadi 5700 dolar, dan JPMorgan lebih agresif, menyebut 6300 dolar. Tetapi semua prediksi ini memiliki satu prasyarat—bank sentral terus membeli, risiko geopolitik tidak mereda, dan Federal Reserve menurunkan suku bunga sesuai rencana. Jika salah satu asumsi ini gagal, harga emas akan menghadapi ujian.

Apakah harga emas akan turun lagi? Menurut saya, dalam jangka pendek pasti ada tekanan koreksi, terutama saat data ekonomi AS kuat atau ekspektasi kebijakan Fed berubah. Tetapi dari perspektif menengah, selama tekanan utang global, ketegangan geopolitik, dan keraguan terhadap kepercayaan dolar tidak membaik, tren kenaikan jangka panjang emas tidak akan berubah.

Saran untuk investor ritel adalah seperti ini: jangan coba-coba menebak waktu yang tepat untuk membeli. Jika Anda trader jangka pendek, bisa mencari peluang di fluktuasi sebelum dan sesudah data pasar AS, tetapi harus menetapkan stop loss yang ketat. Jika Anda pemula, coba gunakan modal kecil dulu, jangan langsung masuk dengan posisi besar. Jika Anda investor jangka panjang, fakta bahwa harga emas masih bisa turun lagi justru berita baik—artinya Anda punya lebih banyak peluang untuk menambah posisi dengan harga lebih rendah.

Terakhir, saya ingin mengingatkan bahwa volatilitas tahunan emas sebesar 19,4%, tidak lebih rendah dari saham. Siklusnya sangat panjang, Anda mungkin harus menunggu sepuluh tahun untuk melihat keuntungan nyata, tetapi di tengah jalan bisa mengalami penggandaan atau bahkan penurunan tajam. Jika menggunakan leverage, volatilitas akan membesar, risiko pun meningkat.

Ikuti tren, pikirkan posisi Anda dengan matang, lalu tentukan bagaimana berpartisipasi. Apakah harga emas akan turun lagi? Daripada menebak-nebak, lebih baik bangun sebuah sistem untuk memantau pergerakan bank sentral, data ekonomi, dan situasi geopolitik. Faktor-faktor ini adalah kekuatan utama yang menentukan arah harga emas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar