Baru saja melihat orang bertanya tentang slippage forex di grup dan kenyataannya ini adalah hal yang harus dipahami dengan baik jika ingin trading karena ini akan berdampak langsung pada keuntungan kita



Secara sederhana, slippage forex adalah perbedaan antara harga yang kita harapkan dan harga saat kita benar-benar melakukan trading. Ini terjadi karena pasar forex sangat cepat berubah setiap menit, harga bisa bergerak hanya dalam hitungan detik

Ada tiga jenis slippage yang perlu diketahui. Yang pertama adalah tanpa slippage sama sekali, harga yang kita tradingkan sesuai dengan yang diharapkan. Yang kedua adalah slippage positif, kita mendapatkan harga yang lebih baik dari yang diharapkan (keuntungan). Dan yang ketiga adalah slippage negatif, harga lebih buruk dari yang diperkirakan (kerugian)

Contohnya, Anda ingin membeli di 1.3650, tetapi harga berubah menjadi 1.3660 sebelum order selesai. Itu adalah slippage negatif 10 pips yang tidak menguntungkan bagi kita. Tapi jika harga berubah menjadi 1.3640, itu adalah slippage positif, kita mendapatkan keuntungan

Hal yang perlu dipahami adalah bahwa slippage adalah fenomena normal di pasar. Bukan hal yang buruk. Jika pasar tidak mengalami slippage sama sekali, itu menunjukkan tidak adanya likuiditas, tidak ada peluang untuk spekulasi. Mayoritas trader takut pada hal ini — bukan slippage-nya sendiri, tetapi slippage yang terlalu besar

Akun ECN yang mengakses tingkat interbank akan selalu mengalami slippage. Ini adalah sinyal bahwa kita sedang trading di pasar nyata, bukan pasar palsu

Lalu, bagaimana kita mengurangi slippage? Pertama, pilih broker yang baik dan diawasi secara jelas. Jika slippage melebihi 10% dari total trading kita, atau slippage lebih tinggi dari broker lain secara sering, sebaiknya ganti broker

Kedua, jaga koneksi internet. Gunakan kabel daripada nirkabel. Matikan program yang menggunakan internet saat trading. Jika melakukan scalping, perhatian lebih harus diberikan pada hal ini

Ketiga, atur slippage maksimum di terminal. Jika harga menyimpang melebihi batas yang ditetapkan, order tidak akan dieksekusi

Keempat, gunakan pending limit orders daripada market orders. Kadang limit order cenderung keluar dari harga yang diminta lebih sering daripada stop order, tetapi ini membantu mengurangi slippage

Kelima, beralih ke timeframe yang lebih tinggi. Trader yang menggunakan chart 1 menit akan mengalami slippage lebih banyak dibandingkan yang trading di chart harian

Keenam, hindari trading saat berita penting. 30-40 menit sebelum berita keluar atau saat berita keluar, peluang slippage meningkat berkali-kali lipat. Lebih baik menunggu pasar tenang selama setengah jam

Ketujuh, jika harus trading saat berita, pilih berita dengan volatilitas tinggi. Misalnya, beberapa berita bisa menggerakkan pasar 50 pips, sementara berita lain 25 pips. Jika profit rata-rata kita adalah 45 pips dan slippage rata-rata 15 pips, hitunglah bahwa slippage akan mengurangi keuntungan kita sebesar 30%. Jika hanya trading saat berita yang sangat bergerak, slippage akan mengurangi keuntungan hanya sekitar 17%

Tentang pasangan mata uang EUR/USD dan USD/JPY, pasar mereka lebih likuid sehingga slippage biasanya lebih kecil. Tapi saat pasar sangat volatil, bahkan pasangan yang likuid pun bisa mengalami slippage

Kesimpulannya, tidak ada yang bisa sepenuhnya menghindari slippage forex. Ini adalah risiko yang harus diterima trader. Tapi kita bisa meminimalkannya sebanyak mungkin dengan perencanaan yang baik, memilih broker yang terpercaya, menjaga koneksi internet, dan menghindari trading saat pasar sangat volatile
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar