Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Ada hal menarik tentang apa yang mendorong harga semua aset di pasar, mulai dari saham, energi, emas hingga aset digital
Itu adalah prinsip permintaan dan penawaran, yang merupakan mekanisme dasar yang menggerakkan segala sesuatu di pasar keuangan, bahkan di tengah ketegangan situasi dunia dan berbagai krisis
Permintaan adalah keinginan untuk membeli, penawaran adalah keinginan untuk menjual. Konsep ini sederhana tetapi memiliki kekuatan besar. Ketika harga turun, orang ingin membeli lebih banyak. Ketika harga naik, orang ingin menjual lebih banyak. Hal ini disebabkan oleh efek pendapatan (orang memiliki lebih banyak uang tersisa) dan efek pengganti (perbandingan dengan pilihan lain)
Yang menarik adalah bahwa permintaan tidak hanya bergantung pada harga saja. Ada faktor lain seperti pendapatan, selera, jumlah konsumen, perkiraan harga di masa depan, dan bahkan kejadian tak terduga seperti perang di Iran, yang menyebabkan permintaan minyak melonjak secara besar-besaran karena jalur pengangkutan ditutup
Sedangkan penawaran adalah keinginan produsen dan penjual untuk menjual, yang berkaitan secara langsung dengan harga. Ketika harga naik, penjual ingin menjual lebih banyak. Ketika harga turun, penjual menahan diri dari menjual. Faktor yang mempengaruhi penawaran meliputi biaya produksi, teknologi, kebijakan pajak, dan bahkan bencana alam
Yang benar-benar penting adalah titik keseimbangan (Equilibrium), yaitu titik di mana garis permintaan dan penawaran bertemu. Pada titik ini, harga dan volume cenderung tidak berubah. Jika harga naik dari titik ini, produsen akan memproduksi lebih banyak tetapi pembeli akan mengurangi jumlahnya, menyebabkan stok menumpuk yang menekan harga kembali turun. Sebaliknya, jika harga turun, pembeli ingin lebih banyak, tetapi penjual mengurangi volume, menyebabkan kekurangan barang yang mendorong harga naik lagi
Di pasar keuangan, faktor yang mempengaruhi permintaan meliputi pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga, likuiditas sistem, dan kepercayaan investor. Sedangkan faktor yang mempengaruhi penawaran meliputi kebijakan perusahaan, pencatatan saham baru (IPO), dan regulasi pasar
Untuk trading saham, prinsip permintaan dan penawaran dapat digunakan dalam analisis fundamental maupun teknikal. Dalam analisis fundamental, ketika harga saham turun, menunjukkan bahwa penawaran atau tekanan jual sedang besar. Sebaliknya, ketika harga naik, menunjukkan bahwa permintaan atau kekuatan beli sedang kuat
Dalam analisis teknikal, trader menggunakan berbagai alat seperti candlestick untuk mengamati kekuatan beli dan jual yang saling bertentangan. Candlestick berwarna hijau (penutupan lebih tinggi dari pembukaan) menunjukkan kekuatan beli, candlestick merah (penutupan lebih rendah dari pembukaan) menunjukkan kekuatan jual, dan doji (harga pembukaan dan penutupan sama) menunjukkan ketegangan yang seimbang
Metode populer adalah Demand Supply Zone, yang mencari momen ketika harga kehilangan keseimbangan dan cenderung berfluktuasi mencari keseimbangan baru. Harga bisa melonjak cepat atau jatuh tajam sampai menemukan titik istirahat
Ada dua pola trading utama: reversal (pembalikan arah) dan continuation (kelanjutan). Contoh reversal adalah Demand Zone Drop Base Rally (DBR), di mana harga turun (Drop) karena tekanan jual berlebihan lalu beristirahat di kerangka (Base) sebelum berbalik naik (Rally) saat kekuatan beli mengungguli. Contoh lainnya adalah Supply Zone Rally Base Drop (RBD), di mana harga naik (Rally) karena tekanan beli berlebihan lalu beristirahat (Base) sebelum berbalik turun (Drop)
Pola kedua adalah trading mengikuti tren (continuation), yang lebih umum, seperti Rally Base Rally (RBR) dalam tren naik, atau Drop Base Drop (DBD) dalam tren turun, di mana harga beristirahat di kerangka lalu melanjutkan pergerakan dalam arah yang sama
Singkatnya, permintaan dan penawaran adalah bagian penting dalam penentuan harga, baik bagi ekonom maupun trader. Jika kita memahami dan mampu memprediksi hubungan ini, kita bisa memperkirakan harga dan mengatur waktu transaksi dengan lebih baik. Tapi yang terpenting adalah belajar dan mencoba dengan aset nyata agar gambaran menjadi lebih jelas