Baru saja melihat lagi grafik logam mulia dan jujur saja terkejut dengan pergerakan harga platinum vs emas akhir-akhir ini. Pada akhir Januari, platinum mencapai rekor tertinggi baru sekitar 2.925 USD per ons – itu benar-benar luar biasa. Tapi kemudian terjadi koreksi hebat dan harga turun lebih dari 35 persen dalam beberapa hari. Saat ini berkisar antara 2.000 dan 2.100 USD.



Yang membuat saya terpesona: Sementara emas sudah lama diperdagangkan di atas 4.800 USD dan bahkan mencapai lebih dari 5.500 USD pada akhir Januari, platinum selama bertahun-tahun diabaikan sama sekali. Rasio harga platinum terhadap emas sangat mencolok – emas diperdagangkan dengan selisih lebih dari 2.700 USD, yang secara historis belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi sekarang menjadi menarik: platinum naik lebih dari 100 persen pada 2025, sementara emas hanya naik sekitar 70 persen.

Cerita di baliknya menjelaskan banyak hal. Platinum pernah menjadi logam mulia paling berharga – pada 2014 masih di atas 1.500 USD – tetapi kemudian mengalami masa sulit yang panjang. Industri otomotif runtuh, katalis diesel tiba-tiba tidak diinginkan. Dari 2015 sampai pertengahan 2025, platinum hanya berkisar di sekitar angka 1.000 dolar. Kemudian, tiba-tiba pada Juni 2025 terjadi lonjakan besar. Alasan-alasannya beragam: Afrika Selatan memproduksi 70-80 persen dari total platinum global dan menghadapi masalah produksi besar-besaran. Ditambah lagi, kekurangan pasokan struktural, ketegangan geopolitik, dan dolar AS yang lemah. Investor menyadari bahwa platinum jauh lebih langka daripada emas dan mencari alternatif logam mulia yang lebih murah.

Yang saya perhatikan saat membandingkan harga platinum vs emas: Volatilitas platinum jauh lebih ekstrem. Pasar futures dengan sekitar 73.500 kontrak jauh lebih tidak likuid dibanding pasar emas. Ini berarti perubahan posisi kecil bisa memicu lonjakan harga besar. Pada Januari, kita menyaksikannya secara langsung – awalnya naik 40 persen, lalu turun 35 persen dalam beberapa hari.

Untuk 2026, World Platinum Investment Council memperkirakan pasar yang seimbang dengan sedikit kelebihan pasokan, setelah 2025 menjadi tahun defisit. Permintaan bisa turun sekitar 6 persen, terutama karena investasi diperkirakan turun 52 persen. Namun, permintaan batangan dan koin diperkirakan akan meningkat 30-37 persen. Analis berbeda pendapat – Heraeus mengatakan 1.300-1.800 USD, Bank of America 2.450 USD, Commerzbank 1.800 USD. Ini menunjukkan betapa tidak pasti situasinya.

Bagi trader aktif, platinum bisa menawarkan setup yang menarik. Volatilitasnya memberi peluang, tetapi juga risiko besar. Strategi mengikuti tren dengan moving average seringkali efektif, tetapi harus menetapkan stop-loss ketat – maksimal 1-2 persen dari total modal per transaksi. Dengan modal 10.000 euro, ini berarti risiko maksimal 100-200 euro per posisi.

Untuk investor yang lebih konservatif, platinum bisa menjadi diversifikasi menarik. Biasanya bergerak berlawanan dengan saham dan memiliki dinamika penawaran dan permintaan yang unik. ETC, ETF, atau platinum fisik adalah opsi yang lebih aman. Tapi, perlu diingat bahwa volatilitas yang lebih tinggi juga meningkatkan risiko keseluruhan portofolio.

Pertanyaan tentang harga platinum vs emas kemungkinan akan terus ada. Secara jangka panjang, platinum bisa kembali mendapatkan perhatian melalui sel bahan bakar dan hidrogen hijau – WPIC memproyeksikan permintaan tambahan sebesar 875.000-900.000 ons hingga 2030 dari sektor ini. Tapi sampai saat itu, ketidakpastian tetap besar. Mereka yang ingin berinvestasi harus tahu apa yang mereka hadapi – platinum jelas bukan untuk yang lemah hati.
XAU-0,72%
XPT-1,17%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar