Baru saja menyadari bahwa banyak orang masih belum memahami "permintaan dan penawaran" dengan benar, meskipun faktor ini sangat penting untuk memperkirakan harga semua jenis aset, tidak hanya saham, energi, emas, atau bahkan aset digital.



Mari kita pahami terlebih dahulu apa variabel utama yang menentukan permintaan dan penawaran.

Permintaan (Demand) adalah keinginan untuk membeli barang pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran (Supply) adalah keinginan untuk menjual. Keduanya memiliki hubungan terbalik. Ketika harga naik, permintaan menurun, tetapi penawaran meningkat. Hal ini karena ada dua faktor, yaitu Effect Pendapatan (Income Effect) (ketika harga rendah, uang Anda bernilai lebih) dan Effect Substitusi (Anda membandingkan dengan barang lain).

Variabel yang mempengaruhi permintaan tidak hanya harga saja, tetapi juga pendapatan, selera, jumlah konsumen, perkiraan harga di masa depan, bahkan kejadian tak terduga seperti perang Iran-Israel yang menyebabkan permintaan minyak melonjak secara mendadak.

Sedangkan variabel yang mempengaruhi penawaran selain harga meliputi biaya produksi, teknologi, jumlah pesaing, kebijakan pajak, kondisi iklim, dan akses ke sumber dana. Faktor-faktor ini mempengaruhi keputusan penjual berapa banyak yang akan dijual dan pada harga berapa.

Ketika permintaan dan penawaran bertemu di titik Keseimbangan, harga dan volume akan stabil. Jika harga terlalu tinggi, stok barang akan berlebih. Jika harga terlalu rendah, barang akan kekurangan. Kedua situasi ini akan mendorong harga kembali ke keseimbangan pada akhirnya.

Dalam pasar keuangan, prinsip ini juga berlaku. Ketika harga saham naik, menunjukkan adanya kekuatan beli (permintaan). Ketika turun, menunjukkan kekuatan jual (penawaran). Faktor yang menentukan permintaan di pasar keuangan meliputi suku bunga, likuiditas sistem, kepercayaan investor. Sedangkan penawaran dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan, peningkatan modal melalui IPO, dan regulasi.

Teknik yang digunakan trader adalah Demand Supply Zone, yang mencari momen ketika harga kehilangan keseimbangan. Contohnya, DBR (Drop Base Rally) terjadi karena penawaran berlebih, harga turun dan beristirahat dalam range, lalu saat kekuatan beli kembali, harga menembus ke atas sebagai titik masuk. Sebaliknya, RBD (Rally Base Drop) terjadi karena permintaan berlebih, harga naik dan beristirahat, lalu saat kekuatan jual menang, harga turun.

Yang terpenting, variabel utama dalam menentukan permintaan dan penawaran bukan hanya angka, tetapi juga psikologi pelaku pasar. Kepercayaan, ekspektasi, dan faktor eksternal. Jika Anda memahami hal ini, Anda bisa membaca pasar dengan lebih baik dan membuat keputusan investasi yang lebih cerdas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan