Banyak orang trading setiap hari tetapi masih belum mengenal ATR, yang merupakan indikator yang sangat penting untuk pengelolaan risiko. Saya sendiri sudah menggunakannya cukup lama dan ingin berbagi pemahaman tentang alat ini.



Indikator ATR itu apa sebenarnya? Sederhananya, ini adalah ukuran volatilitas harga. Bukan menunjukkan apakah harga akan naik atau turun, tetapi memberi tahu seberapa besar pergerakan harga sedang berlangsung. Jika ATR tinggi, berarti harga sedang berfluktuasi dengan cepat. Jika rendah, berarti harga relatif tenang.

Orang yang menciptakan indikator ATR ini adalah J. Welles Wilder, dan indikator ini muncul dalam buku *New Concepts in Technical Trading Systems*. Alasan banyak orang tidak mengenalnya adalah karena ini tidak digunakan langsung untuk mencari titik masuk atau keluar, tetapi lebih mahir dalam pengaturan Stop Loss dan Take Profit.

Tentang cara kerjanya, ATR adalah alat yang mengukur jarak pergerakan harga dalam setiap periode waktu. Ketika garis ATR naik, harga berfluktuasi dengan keras. Ketika turun, harga cenderung tenang. Saya sendiri suka menggunakannya untuk melihat seberapa besar kekuatan pergerakan pasar. Saat pasar dibuka, ATR biasanya langsung melonjak karena adanya aktivitas trading yang besar.

Keuntungan menggunakan ATR cukup banyak. Pertama, ini membantu mengukur volatilitas secara akurat. Jika tahu seberapa besar harga berfluktuasi, kita bisa merencanakan trading dengan lebih baik. Kedua, ini membantu dalam menentukan Stop Loss dan Take Profit yang sesuai. Misalnya, jika ATR berada di 8.2 poin, kita bisa menetapkan Take Profit di harga saat ini ditambah 8.2 dan Stop Loss di harga saat ini dikurangi 8.2.

Yang perlu dipahami adalah ATR bukan indikator arah. Ia hanya memberi tahu kekuatan pergerakan. Jika ingin tahu arah tren, harus menggunakan indikator lain seperti MACD atau Moving Average. Perbedaan antara volatilitas dan momentum adalah volatilitas melihat seberapa besar fluktuasi, sedangkan momentum melihat kecepatan pergerakan.

Dalam trading harian, saya biasanya melihat apa yang dilakukan ATR. Jika sangat tinggi, itu bisa menandakan pasar sedang melakukan rebound atau ada berita besar, jadi perlu berhati-hati. Jika sangat rendah, pasar cenderung tenang dan mungkin menunggu pergerakan besar berikutnya.

Perhitungan ATR tidak rumit seperti yang dibayangkan. Rumus dasarnya adalah TR sama dengan nilai tertinggi dikurangi nilai terendah, atau nilai absolut dari harga tertinggi dikurangi harga penutupan kemarin, atau nilai absolut dari harga terendah dikurangi harga penutupan kemarin. Kemudian, nilai TR ini dirata-ratakan sesuai periode yang diinginkan. Biasanya 14 hari, tetapi saat ini Anda tidak perlu menghitung sendiri karena hampir semua platform trading sudah menyediakan indikator ATR.

Yang ingin saya tekankan adalah ATR bukan indikator yang berdiri sendiri. Harus dikombinasikan dengan indikator lain seperti MACD, RSI, atau Stochastic agar sinyal yang dihasilkan lebih akurat. Semakin Anda mengenal ATR, trading Anda akan lebih terstruktur dan pengelolaan risiko pun akan meningkat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan