Belakangan ini saya terus memikirkan tentang poundsterling, sejujurnya performa poundsterling dalam beberapa tahun terakhir memang membuat orang merasa sedikit kecewa. Masih ingat tahun 2015, ketika pound terhadap dolar masih di atas 1,5, saat itu terlihat sangat stabil. Tapi sebuah referendum Brexit langsung mengubah segalanya, malam 23 Juni 2016 pound jatuh drastis, dari 1,47 langsung merosot ke 1,22, mencatat penurunan harian terbesar dalam beberapa dekade. Saat itu saya baru benar-benar memahami seberapa sensitif poundsterling.



Cerita berikutnya sudah diketahui semua orang. Pandemi 2020, kekacauan "anggaran mini" Truss tahun 2022, pound sempat ambruk ke level terendah sejarah di 1,03. Setiap kali ketidakpastian internal Inggris muncul, pound langsung turun duluan. Ini sebenarnya mencerminkan sebuah pola yang sangat jelas: pound lebih sensitif terhadap variabel politik dibanding mata uang utama lainnya.

Tapi sekarang situasinya mulai menarik. Tahun lalu Federal Reserve mulai menurunkan suku bunga, daya tarik dolar melemah, sementara Bank of England masih mempertahankan suku bunga tinggi. "Ketidaksesuaian kebijakan" ini sedang mengubah tren pound. Saya perhatikan bahwa kurs GBP/USD perlahan naik kembali ke sekitar 1,26, meskipun belum kembali ke puncak tahun 2015, tapi arahnya sudah jelas.

Dari sudut pandang trading, logika pergerakan pound sebenarnya tidak rumit. Pertama adalah selisih suku bunga—AS menurunkan suku bunga, Inggris mempertahankan tinggi, dana secara alami mengalir ke pound. Kedua adalah fundamental ekonomi—tingkat pengangguran Inggris stabil di sekitar 4,1%, kenaikan upah kuat, pertumbuhan GDP meskipun lambat tapi stabil. Ketiga adalah stabilitas politik—selama tidak ada black swan baru di Inggris, pound punya ruang untuk naik.

Beberapa institusi memprediksi, jika AS sesuai jadwal menurunkan suku bunga dan Inggris terus mempertahankan suku bunga tinggi, pound berpotensi menantang level 1,30 bahkan 1,35. Sebaliknya, kita juga harus waspada—jika data ekonomi Inggris tiba-tiba memburuk, bank sentral terpaksa menurunkan suku bunga lebih awal, pound bisa kembali menguji di bawah 1,20.

Waktu terbaik untuk trading pound adalah di titik perpotongan pasar Eropa dan Amerika, terutama saat sesi pembukaan London. Keputusan Bank of England, pengumuman GDP dan data penting lainnya akan menyebabkan volatilitas yang signifikan, dan saat itulah pergerakan pound paling menarik. Jika Anda bullish pound, bisa membeli secara bertahap saat koreksi, pasang stop loss; jika bearish, juga ada peluang untuk short saat rebound.

Sejujurnya, perubahan tren pound mencerminkan redistribusi aliran dana global. Mulai akhir tahun lalu, pasar mulai bertaruh untuk mengurangi ketergantungan dolar, dan pound sebagai mata uang transaksi keempat terbesar di dunia secara alami menjadi alternatif pencarian dana. Selama Federal Reserve tidak mengubah langkah penurunan suku bunga dan Bank of England tetap bersikap hawkish, pound berpeluang melanjutkan rebound. Tentu saja, risiko politik selalu menjadi ancaman terbesar bagi pound, hal ini jangan sampai dilupakan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan