Belakangan ini saya menyadari semakin banyak orang mulai memperhatikan rekomendasi saham biotech di pasar saham AS, fenomena ini sebenarnya cukup menarik.



Industri kesehatan memang berbeda. Tidak seperti industri elektronik yang mengikuti fluktuasi ekonomi, industri medis memiliki keunggulan alami—orang makan lima biji gandum mana yang tidak sakit? Sakit harus ke dokter dan minum obat, jadi industri ini relatif tahan terhadap gelombang ekonomi. Ditambah lagi dengan penuaan global, peluncuran obat baru yang terus-menerus, dan perkembangan telemedicine yang pesat, ruang imajinasi untuk biotech memang sangat besar, dan mudah muncul saham yang melonjak.

Namun ada poin kunci di sini: harga saham perusahaan biotech sering kali bukan dilihat dari keuntungan saat ini, melainkan dari ekspektasi masa depan. Banyak perusahaan masih dalam tahap pengembangan, sama sekali belum memiliki arus kas yang stabil, indikator keuangan tradisional tidak bisa menilainya. Tapi selama obat melewati uji klinis dan mendapatkan persetujuan FDA, harga saham sering kali mulai melonjak. Contohnya adalah Pharmarex di Taiwan, yang malah naik dua kali lipat saat pasar saham runtuh tahun 2022, karena berhasil mendapatkan sertifikasi obat orphan di AS, dan investor melihat potensi keuntungan di masa depan.

Tentu saja risiko juga tidak kecil. Hasil uji klinis, arah kompetitor, perubahan kebijakan, sengketa paten—semua ini bisa menyebabkan fluktuasi harga saham yang tajam. Jadi, berinvestasi di bidang ini membutuhkan kesabaran dan daya tahan risiko yang cukup.

Rekomendasi saham biotech di AS sangat diperhatikan karena Amerika Serikat benar-benar memiliki tanah subur terbaik di dunia untuk mengembangkan industri farmasi. Pasar bioteknologi dan farmasi AS adalah yang terbesar dan paling aktif di dunia, diperkirakan akan mencapai 445 miliar dolar AS pada 2027, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan 8,5%. Ada hampir satu juta tenaga kerja yang terlibat dalam R&D, manufaktur, penjualan, dan bidang lain, dan semua talenta terbaik berkumpul di sini. Pasar modal juga sangat mendukung investasi di industri ini, membentuk ekosistem yang unik.

Di AS, ada istilah "Obat Berat" yang merujuk pada obat tunggal dengan pendapatan tahunan lebih dari 1 miliar dolar AS. Perusahaan farmasi besar biasanya bersedia menginvestasikan 50-60% dari pendapatan mereka setiap tahun ke R&D, meskipun ini menurunkan EPS, tetapi lembaga investasi besar justru akan menaikkan P/E dan target harga mereka karena tahu bahwa perusahaan ini akan terus meluncurkan inovasi baru di masa depan.

Mengenai saham tertentu, perusahaan Lilly (LLY) saat ini adalah perusahaan farmasi terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, lebih dari 840 miliar dolar AS, menempati posisi ke-10 global. Pasar obat penurun berat badan mereka akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan, dengan pasar utama di Amerika Utara menyumbang 60%. Pfizer (PFE) memiliki obat oral COVID-19, Johnson & Johnson (JNJ) stabil dan memberikan dividen yang besar, secara umum adalah raja saham biotech, cocok untuk investasi rutin atau jangka panjang. AbbVie (ABBV) mendapatkan sebagian besar keuntungan dari Humira, pengobatan autoimun untuk rheumatoid arthritis, meskipun ada kekhawatiran tentang masa patennya yang akan habis, tetapi mereka masih memiliki ratusan paten yang melindungi produk mereka. Merck (MRK) dengan obat kanker Keytruda adalah salah satu yang terlaris di dunia, harga sahamnya stabil dan memberikan dividen tinggi. UnitedHealth (UNH) diuntungkan dari penuaan populasi di AS, pendapatan dan laba mereka terus tumbuh.

Di Taiwan, saham biotech juga cukup banyak, seperti Syntek Chemical (1720) yang dividen stabil, dan Kangsheng Biotechnology (1783) yang fundamentalnya stabil, tetapi secara keseluruhan pasar modal Taiwan masih didominasi oleh saham elektronik, bahkan perusahaan biotech yang bagus pun sulit mencapai kenaikan puluhan kali lipat seperti di AS.

Sejujurnya, rekomendasi saham biotech di AS tetap menjadi pilihan utama. Amerika telah melahirkan banyak perusahaan bioteknologi unggul yang lebih besar, inovatif, dan kompetitif, serta lebih mudah menemukan saham berkualitas dan cocok untuk investasi. Pasar farmasi di Asia masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan, bahkan perusahaan hebat pun belum mampu menandingi performa saham farmasi di AS. Ini disebabkan oleh perbedaan pasar modal, teknologi industri, dan tingkat profesionalisme investor.

Kalau ingin berinvestasi di bidang ini, disarankan untuk lebih banyak mengikuti perkembangan industri farmasi di AS. Secara global, saham farmasi AS memang menjadi pilihan utama saat ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan