Saya baru menyadari bahwa banyak trader baru bingung antara perdagangan biasa (spot) dan posisi long short. Sebenarnya keduanya berbeda sama sekali, terutama di bagian leverage keuangan.



Sederhananya, apa itu long short? Long adalah membeli saat Anda memperkirakan harga akan naik, short adalah menjual saat Anda berharap harga akan turun. Tapi keunggulannya bukan di situ, melainkan di kemampuan Anda untuk mendapatkan keuntungan dari kedua arah pasar.

Yang saya lihat sebagian besar pemula belum memahami adalah posisi (position). Posisi hanyalah perintah perdagangan yang sedang terbuka milik Anda. Ketika Anda menempatkan order beli atau jual dan itu cocok, Anda sedang memegang sebuah posisi. Tapi setiap platform, setiap produk memiliki batas posisi yang berbeda untuk menghindari manipulasi harga.

Tentang order long, saat Anda ingin membeli. Misalnya, Anda melihat saham Tesla menunjukkan tanda-tanda kenaikan harga, Anda menempatkan order di 150,42 USD per saham dengan leverage 1:10. Jika harga sesuai prediksi, Anda untung. Strategi ini paling efektif saat berita ekonomi positif (inflasi rendah, PDB bagus, tingkat pengangguran tinggi). Indikator teknikal seperti MACD, RSI, atau pola candlestick juga membantu mengonfirmasi sinyal kenaikan.

Sebaliknya, order short adalah saat Anda memperkirakan harga akan turun. Anda "meminjam" aset dari platform, menjual di harga tinggi saat ini, lalu membeli kembali di harga yang lebih rendah. Contohnya dengan Apple di 134,43 USD per saham, atau pasangan mata uang USD/JPY di 136,71. Ketika pasar beritanya buruk atau bank sentral memperketat kebijakan moneter, order short menjadi menguntungkan. Saya ingat akhir 2022, USD menguat pesat dan siapa pun yang short EUR/USD mendapatkan keuntungan.

Tapi ini bagian yang sering diabaikan trader: leverage. Itu adalah kekuatan sebenarnya dari long short. Anda tidak perlu 100% uang untuk bertransaksi. Dengan 1.000 USD dan leverage 1:10, Anda bisa membuka posisi senilai 10.000 USD. Jika harga bergerak sesuai prediksi 10%, Anda menggandakan akun. Tapi jika salah 10%, Anda kehilangan semuanya.

Risiko pertama adalah margin call. Ketika kerugian melebihi dana margin yang dipertahankan, platform akan memberi peringatan. Jika Anda tidak menambah dana, sistem otomatis menutup posisi (liquidation) dan akun menjadi nol.

Risiko kedua, dan saya anggap lebih mengerikan, adalah short squeeze. Posisi long maksimal rugi 100% (ketika harga turun ke 0), tapi posisi short bisa rugi tak terbatas karena harga bisa naik tanpa batas. Saat sebuah aset tiba-tiba melonjak, para short terpaksa membeli kembali untuk memotong kerugian. Dorongan beli ini malah mendorong harga naik lagi. Contoh paling terkenal adalah GameStop tahun 2021, yang menghapus miliaran dolar dari dana hedge fund.

Ada satu cara menggunakan long short yang tidak semua orang tahu: hedging (perlindungan risiko). Jika Anda memegang 1000 saham Apple jangka panjang tapi khawatir pasar akan turun, alih-alih menjual, Anda bisa membuka posisi short pada indeks S&P 500. Keuntungan dari short akan menutupi penurunan portofolio, sehingga aset tetap terlindungi.

Perbandingan singkat: long memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan saat harga naik dan bisa memiliki produk nyata, tapi rugi saat harga turun. Short sebaliknya, mendapatkan keuntungan saat harga turun, tapi rugi saat harga naik dan tidak memiliki produk nyata.

Satu hal penting: jangan membuka posisi long dan short sekaligus pada satu produk. Anda hanya akan dikenai biaya transaksi tanpa mendapatkan keuntungan. Sebagai gantinya, Anda bisa short EUR/USD saat USD menguat, tapi long USD/JPY untuk memanfaatkan peluang dari pasar berbeda.

Tentang apa itu long short dalam crypto, mirip dengan saham tapi risikonya jauh lebih tinggi. Crypto beroperasi 24/7, volatilitas ekstrem (leverage hingga 1:100), sehingga liquidation terjadi dengan cepat dan lebih brutal.

Pertanyaan terakhir: saat Anda short, dari mana Anda mendapatkan asetnya? Anda "meminjam" dari platform melalui kontrak CFD atau margin. Sistem otomatis mencatat, Anda hanya perlu mengisi dana margin yang cukup. Jika menahan posisi semalam, Anda harus membayar biaya semalam (overnight fee), dan jika bertransaksi jangka panjang, biaya ini akan menggerogoti keuntungan Anda.

Singkatnya, apa itu long short tidak terlalu rumit, tapi membutuhkan manajemen risiko yang ketat. Memahami mekanisme, tahu cara menganalisis tren, dan selalu punya rencana stop loss adalah kunci untuk bertahan lama di pasar ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan