Saya baru menyadari bahwa banyak trader baru di pasar masih belum memahami konsep Long dan Short itu apa, terutama bagaimana mereka beroperasi dalam praktik. Hari ini saya ingin berbagi beberapa hal yang saya pelajari dari pengalaman trading.



Sederhananya, Long adalah perintah beli - Anda memprediksi harga akan naik sehingga membeli di level rendah dan berharap menjual kembali dengan harga lebih tinggi. Sedangkan Short adalah perintah jual - Anda meminjam aset dari platform untuk dijual di harga tinggi saat ini, lalu kemudian membeli kembali di harga lebih rendah untuk dikembalikan. Keduanya memiliki potensi menghasilkan keuntungan, tetapi juga menyimpan risiko besar jika tidak dikelola dengan baik.

Apa tantangan dari Short? Tidak sama dengan Long. Saat Anda Long, kerugian maksimum hanya 100% (ketika harga turun ke 0). Tapi Short berbeda - risiko kerugian bisa tak terbatas karena harga bisa terus naik. Itulah mengapa Short Squeeze menjadi mimpi buruk bagi banyak trader. Saya ingat kejadian GameStop tahun 2021 - harga melonjak luar biasa, para investor Short harus membeli kembali secara besar-besaran untuk menutup kerugian, dan hal itu justru mendorong harga naik lagi. Triliunan USD hilang dalam peristiwa ini.

Tapi keunggulan utama dari Long dan Short apa? Itu adalah Leverage. Anda tidak perlu memiliki 100% dana untuk trading. Dengan 1.000 USD dan leverage 1:10, Anda bisa membuka posisi senilai 10.000 USD. Jika harga bergerak sesuai prediksi sebesar 10%, Anda menggandakan akun. Tapi jika bergerak berlawanan, Anda bisa kehilangan seluruhnya - ini disebut Margin Call dan Liquidation.

Saya biasanya menggunakan Long saat pasar memiliki berita positif - misalnya inflasi rendah, GDP bagus, atau suku bunga stabil. Saat itu, psikologi membeli meningkat dan harga cenderung naik. Analisis teknikal juga membantu - pola candlestick penetrasi, double bottom, atau indikator MACD, RSI semuanya memberi sinyal yang baik.

Sebaliknya, Short berguna saat pasar sedang negatif. Saya menggunakan Short saat melihat inflasi meningkat, bank sentral mengetatkan kebijakan moneter, atau saat indikator teknikal seperti MACD memotong garis sinyal ke bawah. Pada tahun 2022, saat USD menguat, posisi Short pasangan EUR/USD membantu banyak orang mendapatkan keuntungan yang baik.

Tapi ini yang penting - apa itu Short dan mengapa berbeda secara esensial dari Long dalam hal risiko? Karena itu, saya selalu mengingatkan diri tentang Margin Call. Saat kerugian melebihi margin yang dipertahankan, platform akan memberi peringatan untuk menambah dana. Jika tidak menambah, sistem akan otomatis menutup posisi dan akun menjadi nol.

Ada satu teknik yang saya pelajari dari CFO profesional yang disebut Hedging - menggunakan Long dan Short untuk melindungi portofolio. Misalnya, Anda memegang 1000 saham Apple jangka panjang tetapi khawatir pasar sedang panik. Daripada menjual semua, Anda bisa membuka posisi Short di S&P 500 untuk mengimbangi risiko. Keuntungan dari Short akan menutupi sebagian penurunan portofolio dasar.

Dari segi kelebihan dan kekurangan, Long mudah menghasilkan keuntungan saat harga naik dan Anda bisa memiliki produk tersebut (menerima dividen jika saham). Tapi kerugiannya saat harga turun, terutama saat pasar sangat volatile. Short sebaliknya - mendapatkan keuntungan saat harga turun tetapi risiko tak terbatas jika harga melonjak secara tiba-tiba.

Pertanyaan umum adalah, apa itu Short dan apakah bisa digunakan di semua pasar? Jawabannya tidak. Di Vietnam, pasar saham dasar tidak mengizinkan Short seperti di Amerika Serikat atau Australia. Tapi Short diterapkan di semua pasar derivatif, Forex, dan Crypto.

Berbicara tentang Crypto, trading Long/Short di sini berbeda dari saham tradisional. Pasar Crypto beroperasi 24/7 dengan volatilitas sangat besar, leverage hingga 1:100. Risiko Liquidation terjadi dengan cepat dan lebih brutal.

Akhirnya, saya ingin mengingatkan - jangan gunakan Long dan Short secara bersamaan pada produk yang sama. Itu hanya memboroskan biaya transaksi tanpa mendapatkan apa-apa. Sebaiknya, gunakan mereka di pasar yang berbeda. Misalnya, saat USD menguat, Anda bisa Short EUR/USD tetapi Long USD/JPY.

Yang terpenting adalah memahami risiko dengan baik, mengelola modal secara tepat, dan selalu punya rencana stop-loss. Trading bukanlah permainan judi - itu adalah keterampilan yang harus dipelajari secara terus-menerus.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan