Belakangan ini ada teman yang bertanya bagaimana cara cepat memahami grafik lilin, saya baru sadar bahwa banyak pemula sebenarnya takut dengan candlestick. Sejujurnya, candlestick tidak serumit itu, selama memahami logika di baliknya, kita bisa menguasainya dengan mudah.



Pertama, mari bahas hal paling dasar. Candlestick, atau batang K, sebenarnya hanya merangkum empat harga dalam satu hari menjadi satu garis. Harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi, dan harga terendah, keempat angka ini menentukan bentuk dari seluruh candlestick tersebut. Bagian kotak di tengah disebut badan, garis tipis di atas dan di bawah badan disebut bayangan. Ketika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, badan berwarna merah (bullish), sebaliknya berwarna hijau (bearish). Pengaturan warna ini mungkin berbeda di platform lain, biasanya di pasar saham AS justru sebaliknya, jadi perlu diperhatikan.

Saya lihat banyak orang suka menghafal berbagai pola candlestick, seperti hammer, hanging man, morning star, dan lain-lain. Jujur saja, tidak perlu. Daripada menghafal pola, lebih baik memahami emosi pasar yang tercermin dari candlestick. Satu candlestick adalah kekuatan pembeli dan penjual dalam periode tersebut. Semakin panjang badan, semakin kuat kekuatan salah satu pihak; semakin panjang bayangan, menunjukkan adanya perlawanan di level harga tertentu.

Yang paling penting saat membaca candlestick adalah memperhatikan posisi penutupan dan panjang badan. Penutupan di posisi tinggi menunjukkan pembeli sedang menguasai; penutupan di posisi rendah menunjukkan penjual sedang mendominasi. Bandingkan candlestick saat ini dengan yang sebelumnya, jika badan jauh lebih besar, menunjukkan tren yang kuat; jika badan mengecil, menunjukkan kekuatan melemah. Itu saja, tidak perlu dihafal mati.

Perbedaan antara K harian, mingguan, dan bulanan juga sangat sederhana. K harian melihat fluktuasi jangka pendek, cocok untuk trading jangka pendek; K mingguan dan bulanan melihat tren jangka panjang, cocok untuk investasi nilai. Kebiasaan saya adalah pertama melihat K bulanan untuk memastikan arah besar, lalu melihat K mingguan untuk mencari ritme, dan terakhir melihat K harian untuk menentukan titik masuk. Dengan begitu, tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi jangka pendek.

Dalam praktik nyata, saya rasa yang paling penting adalah menentukan support dan resistance. Saat melihat grafik candlestick, cari titik tertinggi dan terendah dari gelombang harga. Jika titik tertinggi dan terendah semakin meningkat, itu tren naik; sebaliknya tren turun. Ketika harga mendekati garis resistance, perhatikan apakah candlestick mulai mengecil dan bayangan mulai memanjang, ini biasanya pertanda pembalikan.

Saya pernah melihat banyak orang tertipu oleh breakout palsu. Harga menembus level tinggi, candlestick besar, terlihat akan naik, tapi setelah masuk posisi, harga langsung berbalik. Bagaimana menghindarinya? Tunggu sampai candlestick mengecil dan volume berkurang, lalu masuk posisi, atau tunggu harga kembali dan konfirmasi bahwa breakout gagal sebelum melakukan aksi berlawanan. Candlestick akan memberi tahu kebenarannya, asalkan kita mau memperhatikan dengan seksama.

Pada akhirnya, candlestick adalah visualisasi dari suasana pasar. Setiap candlestick menceritakan sebuah cerita, tentang pertarungan antara pembeli dan penjual di saat itu. Lebih sering melihat grafik dan membandingkan pola candlestick akan membantu memahami apa yang sedang terjadi di pasar. Lama kelamaan, kita akan mulai bisa menebak. Tidak perlu menghafal mati, cukup analisis dengan logika, itulah cara yang benar untuk memahaminya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan