Belakangan ini tren yuan memang patut diperhatikan, dari melewati level psikologis 7.0 pada akhir tahun 2025, hingga setelah Tahun Baru Imlek tahun ini semakin mempercepat penguatannya, dalam beberapa hari perdagangan saja naik hampir 600 poin, suasana pasar jelas cenderung kuat. Tapi apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli yuan? Saya rasa pertanyaan ini perlu dilihat dari beberapa sudut pandang.



Pertama, mari bahas logika di balik apresiasi ini. Surplus perdagangan China mencapai rekor tertinggi, sekitar 1,2 triliun dolar AS pada 2025, meningkat 20% dari 2024. Memasuki 2026, momentum ini masih berlanjut, PDB kuartal pertama juga tumbuh hingga 5,0%, lebih tinggi dari perkiraan pasar. Dukungan fundamental ini memang sangat solid, menarik banyak investasi asing untuk kembali menempatkan dana di aset yuan, dan kebutuhan konversi mata uang juga meningkat. Ditambah lagi, indeks dolar AS secara keseluruhan cukup lemah, sehingga yuan secara alami memiliki ruang untuk menguat.

Namun ada hal menarik di sini. Bank sentral pada 27 Februari menurunkan rasio cadangan risiko kontrak berjangka valuta asing dari 20% menjadi 0%, bertujuan mendorong perusahaan membeli dolar AS, dan memperlambat laju penguatan yuan. Langkah ini mengirim sinyal yang cukup jelas — pemerintah tidak ingin nilai tukar menguat secara berlebihan secara satu sisi. Jadi, dalam jangka pendek, laju penguatan yuan mungkin akan melambat, dan kemungkinan fluktuasi kisaran nilai tukar cukup tinggi, diperkirakan akan berkisar antara 6,83 hingga 6,92.

Dari sudut pandang institusi, Goldman Sachs mempertahankan target harga 6,70 dalam 12 bulan ke depan, menganggap yuan masih undervalued sekitar 22%. HSBC menetapkan target akhir tahun di 6,75. Prediksi-prediksi ini menunjukkan bahwa tren penguatan yuan jangka panjang belum berakhir.

Lalu, apakah saat ini waktu yang tepat untuk membeli yuan? Menurut saya, jika Anda memiliki kebutuhan jangka panjang atau ingin melakukan lindung nilai terhadap risiko posisi dolar, memang ada nilai untuk beralokasi. Tapi kuncinya adalah jangan terburu-buru mengejar harga tinggi. Disarankan untuk melakukan penempatan secara bertahap, atur stop profit dan stop loss, dan pantau secara ketat nilai tengah harian yang diumumkan bank sentral serta data perdagangan. Kuartal kedua biasanya adalah periode kebutuhan pembelian valuta asing dari perusahaan yang cukup tinggi, yang juga bisa memberi tekanan tertentu pada nilai tukar.

Singkatnya, logika penguatan yuan masih ada, tapi dalam waktu dekat pasti tidak akan terus menerus melonjak tinggi. Meski suasana pasar cenderung kuat, kebijakan bank sentral justru sedang menenangkan. Jadi, lebih bijak jika melakukan penempatan secara bertahap dan sambil memantau perkembangan, daripada langsung membeli semuanya sekaligus. Bagi investor yang ingin ikut dalam tren ini, kesabaran dan disiplin adalah hal terpenting.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan