Hari-hari itu pahit.


Langit-langit mulut ditekan oleh kunyit, bangun pun pahit, mimpi pun pahit.
Atap rumah meneteskan air mata, tetes demi tetes, menghancurkan tangga menjadi luka.
Hari ini, mengapa siapa pun menjalani semuanya dengan pahit?
Saat senja, di mata orang lain bersinar sebuah lampu.
Di mataku hanya tersisa debu yang tak bisa dibersihkan.
Mengulurkan tangan, garis telapak tangan juga mengeluarkan rasa pahit.
Tuhan Yang Maha Kuasa, engkau sangat berbelas kasih.
Aku tidak mau lagi mengunyah tanah liat dan merasa manis saat tidur.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan