Dua hari ini saya kembali melihat banyak kata-kata seperti "RWA di-chain" "aset nyata masuk agar likuiditas lebih stabil", terdengar cukup hangat, seperti bercerita di dekat api unggun. Tapi begitu saya melihat ketentuan penebusan, saya jadi tenang: di chain, yang diberikan hanyalah surat berharga yang dapat diperdagangkan, saat benar-benar ingin menarik uang, mungkin harus antre, menunggu periode tertentu, bahkan memicu berbagai batasan... Bagaimanapun, tidak sama seperti hanya sekali klik untuk menjual. Skema insentif baru L1/L2 yang menarik TVL juga serupa, ramai-ramai, tapi pengguna lama yang mengeluh "menambang lalu jual" saya benar-benar bisa memahami.



Jadi, intinya, "ilusi likuiditas" terbesar dari RWA adalah: transaksi di pasar sekunder ≠ aset dasar yang bisa ditebus kapan saja. Jika dalam ketentuan tertulis lock, gating, redemption window, hal ini lebih mirip tiket klub dengan batasan, bukan pengganti uang tunai. Pendekatan saya saat ini cukup sederhana: tanya diri sendiri, dalam skenario terburuk, bisa bertahan berapa lama tanpa menebus, lalu putuskan apakah akan ikut atau tidak; kalau tidak, nanti saat api menyala, jangan salahkan chain yang tidak berperikemanusiaan.
RWA0,19%
L1-5,7%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar